NDI Gelar Demo, ini kata Adik Bungsu dr. Mawardi…

kicknews.today – Aksi demo belasan pemuda yang menamakan diri Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Rabu (11/4), mendesak pihak Polda NTB untuk segera menemukan dr. Mawardi yang lebih dua tahun menghilang. Aksi demo itu mendapat tanggapan penyesalan pihak keluarga dr. Mawardi, Nurul Hidayat Hamry.

Ida –panggilan akrab Nurul Hidayat Hamry– berharap dan meminta agar kasus hilangnya kakak kelima dari 12 bersaudara itu tidak digunakan dijadikan sarana politik pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Ketakutan saya ada yang berkepentingan (dengan aksi itu, red) di saat momen Pilgub atau Pilpres ini. Ini sebenarnya membuka luka lama keluarga dengan melihat demo, melihat poster-poster yang ada foto kakak saya,” ungkap Ida, Rabu (11/4), saat ditemuai kicknews.today di kediamannya Gang Alam Sari, Jalan Kali Baru, Ampenan Utara, Kota Mataram.

Lebih lanjut Ida menyampaikan ucapan terimakasih bilamana ada yang peduli atas hilangnya dr. Mawardi. Namun dirinya sangat menyayangkan tidak adanya koordinasi dari pihak yang melakukan aksi dengan pihak keluarga.

Dirinya menginginkan adanya koordinasi itu sebelum bersikap dan bertindak dengan menempelkan poster maupun membawa spanduk, lebih-lebih menggelar demo.

“Kita sebenarnya berterimakasih ada yang peduli, tapi jangan dengan cara seperti itu. Ada cara-caranya saat kita ingin menyampaikan, mislanya kita datang ke Polda dan tanyakan dengan baik-baik,” keluhnya.

Terkait dengan hilangnya dr. Mawardi itu, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian, dalam ham ini Polda NTB. Pihak keluarga berharap pihak kepolisian tidak menghentikan pencarian terhadap dr. Mawardi.

Di pihak lain, dalam orasinya saat melakukan aksi Direktur NDI Abdul Majid membantah aksi maupun pemasangan spanduk dr. Mawardi bermuatan politik.

Menurutnya, apa yang dilakukan itu merupakan murni masalah kemanusiaan.

“Saya ini dari 2016 sudah suarakan hilangnya Mawardi. Tidak ada hubungan politik, ini murni kemanusiaan. Kita sangat prihatin dengan hilangnya, kemudian seolah-olah kepolisian adem-ayem saja. Pihak Pemprov tidak terdengar suaranya, penyelidikan dihentikan. Terus saya dapat info laporan yang disampaikan pihak keluarga sudah dicabut,” ujarnya.

Berkaitan dengan informasi pencabutan laporan polisi oleh pihak keluarga, Ida dengan tegas membantah.

“Tidak pernah. Justru saya baru tahu ini dari wartawan. Kami masih bersabar dan percayakan (penanganannya, red) pada polisi,” tukasnya. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat