in

Wakapolres Lombok Tengah yang Tembak Adik Ipar Ditempatkan di Sel Khusus

Kompol Fahrizal saat Sertijab sebagai Wakpolres Lombok Tengah (foto: ist)

kicknews.today – Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal (41) tidak akan ditahan bersama para narapidana lainnya. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan yang bisa saja balas dendam terhadap mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Tersebut.

Ini disampaikan oleh Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Klas IA Tanjunggusta Medan, Maju Amintas Siburian.

Kata dia, pihaknya sudah menyiapkan sel karantina untuk Kompol Fahrizal yang terakhir menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah di NTB itu sebagai langkah antisipasi ketika penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres Krimum) Polda Sumut menitipkannya ke Rutan.

Kekhawatiran ini muncul lantaran banyaknya narapidana, yang ditangkap Fahrizal saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan hingga awal 2017 lalu.

Dia mengkhawatirkan sejumlah narapidana akan menyerang atau balas dendam terhadap Fahrizal, saat ditempatkan di dalam Rutan.

“Kalau terjadi masalah petugas langsung bisa pantau (sel karantina). Kalau di dalam tidak akan terbendung dan terpantau. Siapa yang bisa melerai 1.500 orang jika terjadi perkelahian? Makanya, untuk menghindari hal tersebut akan kami tempatkan di sel karantina saja,” ujarnya seperti dilaporkat tribunjabar, Selasa (10/4).

Diketahui Fahrizal menembak mati Jumingan alias Jun (33), adik iparnya sendiri dengan senjata api laras pendek jenis revolper pada Rabu (4/4) malam lalu.

Fahrizal yang merupakan lulusan terbaik Akademi Polisi pada tahun 2003 itu dikenal tenang dan ramah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Medan, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, dan Wakil Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Hingga saat ini penyidik Dit Reskrimum Polda Sumatra Utara masih terus mendalami motif hingga Fahrizal tega memuntahkan enam peluru sekaligus yang menembus tubuh adik iparnya tersebut. (red.)