Bupati Lombok Utara Tegaskan Indikator Kesehatan tak Tercapai harus Dievaluasi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

kicknews.today – Sejumlah indikator dalam program kesehatan tahun 2017 di Kabupaten Lombok Utara tidak tercapai. Hal ini terungkap saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) yang digelar Dinas Kesehatan Lombok Utara di Aula RSUD Tanjung, Selasa (10/4).

“Semua harus dievaluasi, sehingga penyebabnya diketahui dan nanti akan dicari solusinya. Namanya ikhtiar, ini kan harus dijalankan bersama,” ungkap Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar ditemui pasca membuka Rakerkesda.

Menurutnya, salah satu penyebab indikator tidak tercapai khususnya untuk gizi buruk, dianggap tidak melulu karena faktor anak, namun juga dari faktor orang tua, misalnya pola hidup masyarakat juga mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Faktor penyebab gizi buruk menurut saya adalah pola perilaku di masyarakat kita. Bagaimana mereka kelola kesehatan. Seperti saya temukan di beberapa tempat, ibu tidak makan telur atau ikan setelah melahirkan. Tidak bisa begitu, padahal kalau mau ASI bagus dan bergizi harus makan yang bergizi juga,” ucapnya.

“Ini harus bisa disampaikan (ke masyarakat) walau bukan soal kesehatan, tetapi ini hal teknis yang harus ditahu oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Khairul Anwar menjelaskan, dari 13 indikator hanya enam yang tercapai dan sisanya tidak terpenuhi.

Dikatakannya, beberapa indikator yang tidak tercapai diantaranya angka kematian bayi, gizi kurang, ibu hamil anemia, ibu hamil kekurangan energi kronis, demam berdarah, dan rumah tangga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Namun untuk indikator yang tercapai, lanjut Khairul Anwar, seperti program unggulan satu dokter satu desa, pada tahun 2017 lalu bisa tercapai.

“Ini kan kita evaluasi, kematian bayi kemarin puluhan kasus, gizi kurang 1,5 persen dari target 0,7 persen, ibu hamil amenia 25 persen, ibu hamil KEK 17 persen, demam berdarah 129 kasus, dan rumah tangga PHBS,” jelasnya.

Kaitan dengan langkah apa yang akan dilakukan Dikes guna memperbaiki persoalan ini, menurut Anwar akan memprioritaskan ‘KLU Bersih dan Sehat’. Dimana akan dibentuk ‘desa sehat’ di sejumlah tempat.

Kemudian untuk aspek sehat cenderung mengarah pada sikap maupun perilaku di masyarakat. Dimana, prilaku masyarakat juga menjadi penyebab menguapnya angka-angka itu, serta tak tercapainya indikator dimaksud.

“Jadi kita rumuskan pendekatannya itu bersih dan sehat. Nanti desa yang bersih akan diberikan reward, untuk masyarakat juga harus mengubah sikap,” katanya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk program inovasi sebagaimana ditekankan Bupati Najmul Akhyar, pihaknya saat ini sudah berjalan. Dikes meng-cover dua program inovasi dan mewajibkan semua puskesmas untuk menggalakkan program inovasi serupa.

“Kami juga sudah memiliki program inovasi kemarin, misalnya ‘saber gebuk’ yang sudah di launching Pak Bupati. Jadi ini kita teruskan ke seluruh puskesmas di Lombok Utara,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat