Silaturahim ke Mamiq Mudji, TGA dapat Dukungan Tokoh Masyarakat dan Adat Sasak

kicknews.today – Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat nomor urut 2, TGH. Ahyar Abduh bertandang ke kediaman Bapak H. Lalu Mudjitahid, Jumat (6/4) malam.

Kunjungan TGH. Ahyar Abduh, dalam rangka meminta restu dan petuah bijak dari sesepuh dan tokoh adat Sasak yang akrab disapa Mamiq Mudji itu, menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat 2018-2023, yang akan dilangsungkan 27 Juni 2018 nanti.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasanya yang sangat kekeluargaan. Setiba di kediaman tokoh adat Sasak, TGA disambut langsung oleh Mamiq Mudji, dan sejumlah pendukung yang telah menunggu memenuhi lokasi pertemuan.

Sejumlah tokoh adat dan pimpinan serta pengurus organisasi kemasyarakatan, turut hadir dalam pertemuan itu, satu diantaranya H. Lalu Syamsir, seorang tokoh yang disegani di tubuh Partai Bulan Bintang (PBB), yang pada pilgub kali ini secara politis mendukung pasangan Ahyar-Mori.

Acara yang berlangsung secara informal ini dimulai pukul 20.38 Wita, dimoderatori Ir. Mahmud, seorang tokoh koperasi di NTB.

Sebagai tuan rumah, Mamiq Mudjitahid mengawali sambutan dengan banyak bercerita tentang pengalaman sewaktu dua periode memimpin Kota Mataram, serta dua periode memimpin Kabupaten Lombok Barat.

Sambil berkelakar, Sesepuh adat Sasak itu bercerita tentang metode blusukan yang dipopulerkan oleh Jokowi dan diikuti pula oleh paslon yang sekarang sedang bersaing.

“Jokowi itu baru tahun 2014 blusukan, saya sudah blusukan sejak 1960. Malah Jokowi yang sekarang populer dan jadi presiden”, tutur Mamiq Mudji, disambut gelak tawa peserta yang hadir.

Sementara mengenai pencalonan TGH. Ahyar Abduh di Pilkada Gubernur NTB, Mamiq Mudji memberikan sejumlah saran dan masukan.

Masukan yang diberikan antara lain di bidang ekonomi dan investasi, yang mana menurut pandangan HL. Mudjitahid, sebaiknya harus bisa lebih mengedepankan investor dan pengusaha lokal sebagai penggerak ekonomi di NTB.

“Pariwisata kita makin bagus, ekonomi juga bertumbuh. Ahyar nanti harus bisa perhatikan investor lokal juga”, ujar Mamiq Mudji.

“Kita di NTB ini diserbu pendatang. Soto dari Lamongan, bakso dari Malang, sate dari Madura. Sampai cendol dijual di Sweta itu dari Banjarnegara”, ungkapnya, memaparkan fakta-fakta yang ia temui, disambut tawa hadirin.

Selain menyoroti faktor investasi ekonomi kerakyatan, tokoh yang sangat dihormati dan disegani banyak kalangan di NTB ini menyoroti juga pembangunan manusia di NTB.

Insya Allah, kalau Ahyar jadi gubernur nanti, saran saya jangan cuma fokus di pembangunan infrastruktur saja, tapi juga pembangunan manusianya”, kata Mamiq Mudji kepada semua yang hadir, termasuk calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh yang selalu memperhatikan dengan seksama.

“NTB itu sudah 59 tahun, tapi Indeks Pembangunan Manusia kita masih sangat rendah. Masih di bawah NTT, di atas Papua Barat. Ada apa ini? Ahyar harus bisa selesaikan masalah ini nanti. Saya yakin cuma Ahyar yang paham tentang ini,” tutup sepuh yang banyak dicintai warga Sasak itu.

Sejumlah tokoh juga kemudian bergantian menyampaikan komitmen dukungan kepada cagub TGH. Ahyar Abduh, diantaranya H. Lalu Syamsir, yang menjelaskan alasannya mendukung pasangan Ahyar-Mori.

“Faktor karakter moral kandidat adalah yang paling utama buat saya dan tim, dalam menentukan pilihan kandidat yang akan didukung. Insya Allah, TGH. Ahyar Abduh adalah kandidat yang memiliki karakter moral yang paling baik di antara yang lain. Itulah alasan kami mendukung beliau”, ungkap tokoh yang pernah memimpin DPRD Provinsi NTB dua periode itu.

Saat diberikan kesempatan untuk menanggapi dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat yang hadir, TGH. Ahyar Abduh sangat bersyukur dan berterimakasih, terutama kepada Mamiq Mudjitahid yang dianggapnya sebagai orang tua dan guru, yang senantiasa memberikan nasehat.

“Dukungan yang tiang terima dari pelinggih (Anda, red) semua adalah amanah buat tiang (saya, red). Insya Allah, sesuai ajaran agama kita, tiang akan jaga amanah ini sebaik-baiknya, yaitu dengan menjalankan program-program dan janji kerja yang sudah tiang utarakan, yang manfaatnya menyentuh seluruh masyarakat”, ujar TGA, yang langsung diamini semua yang hadir.

Tuan Guru Ahyar yang juga tokoh agama dan tokoh adat Sasak kemudian menjelaskan tentang pengalamannya memimpin Kota Mataram sebagai Ibukota NTB dan menjaga sektor budaya dan adat istiadat.

“Di Mataram kita sudah punya perda tentang peran Lembaga Adat. Insya Allah, nanti kita perluas untuk di semua kabupaten”, ungkapnya.

Ahyar Abduh yang akhir-akhir ini mulai dikenal dengan sebutan TGA, juga menyoroti isu-isu yang menjadi masalah utama di sejumlah wilayah di NTB, seperti masalah ketersediaan air di daerah Lombok Tengah.

Insya Allah, Ahyar-Mori nanti akan membangun DAM Mujur di Lombok Tengah, untuk mengatasi masalah kekeringan. Sehingga ke depan sektor pertanian di Lombok Tengah bisa meningkat. Ingat, sebagian besar penduduk NTB ini hidup di sektor pertanian”, lanjut calon gubernur ini.

Acara silaturahim ini berakhir hingga pukul 23.00 Wita, ditutup dengan foto bersama Mamiq Mudjitahid dan TGH. Ahyar Abduh Mamiq beserta para tokoh.

Para tokoh yang sudah mendeklarasikan dukungan ini, berharap agar pasangan Ahyar-Mori kelak bisa melakukan inovasi dan terobosan program kerja, konsisten dalam menjalankan RPJMD yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat NTB, serta tentunya menjaga adat istiadat yang ada di NTB. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat