Ini Pandangan Politisi PPP NTB terhadap Empat Paslon Pilkada NTB

kicknews.today – Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sudah dekat. Para pasangan calon terus belusukan mencari simpati masyarakat. Berbagai strategi, visi dan misi pun diumbar.

Namun dari empat pasangan calon (paslon) tersebut, bagi Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) NTB, Dr. TGH. Hazmi Hamzar, paslon TGH. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi, SE., M.Comm. (Paket AMAN) dipandang telah dapat merangkul semua elemen masyarakat, tanpa terfokus pada satu kelompok tertentu.

Dikatakannya, dari awal calon pemilih yang didekati oleh paslon nomor urut 2 itu sangat beragam, tidak hanya menggarap basis massa tertentu. Malah dari pola kampanye yang dilakukan paslon ini dinilainya akan unggul di pemilihan gubernur nanti.

Bagi politisi berlambang Ka’bah ini, dirinya melihat adanya kecenderungan tiga pasangan calon gubernur yang lain, hanya terfokus mengelola basis massanya sendiri.

Pola pendekatan berbasis kelompok itu dipandangnya kurang baik, karena akan menimbulkan kesan di mata pemilih bahwa calon tersebut lebih mementingkan kelompoknya daripada masyarakat secara umum.

“Saya melihat bahwa semakin ke sini. calon-calon kita ini makin masuk pada pemilihan kelompok.  Misalnya terlihatan pasangan Suhaili – Amin konsentrasi pada pemenangan di jamaah  Bodak (Yatofa-red),” ungkapnya, Jumat (6/4) malam.

“Kemudian Zul – Rohmi fokus mengelola jamaah NW Pancor, begitu juga pasangan Ali – Sakti sepertinya konsentrasi mengurus pemilih NW Anjani. Kalau polanya seperti ini saya bisa lihat potensi Pak Ahyar memenangkan pilkada cukup besar,” sambungnya.

Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat ini mengaku, masyarakat  yang memiliki hak pilih cenderung akan mencari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang tidak memiliki basis massa dukungan dari kelompok tertentu.

“ Figur yang tidak berkelompok itu saya lihat ada pada Ahyar. Ini suatu kemenangan yang luar biasa,” tandasnya.

Menurutnya, jika pola kampanye dilakukan dengan pendekatan kelompok tertentu sampai akhir jadwal kampanye nanti, bisa disimpulkan kemenangan akan berpihak kepada calon yang merangkul semua golongan pemilih.

Hal itu menurut TGH. Hazmi, karena pemilih yang bukan bagian dari organisasi tertentu, akan memilih kandidat tidak memiliki jaringan kelompok. Dari 3,7 juta pemilih di NTB, tipe pemilih seperti ini diyakini sangat besar.

“Kemana mereka yang tidak masuk kelompok ini? Akhirnya mereka akan memilih Ahyar – Mori yang diaggap tidak masuk kelompok tertentu. Kita tidak meremehkan pasangan yang lain. Ini hanya analisis saya selaku tokoh politik,” tuturnya.

Potensi lain yang membuat unggul pasangan Ahyar – Mori kata TGH. Hazmi, yaitu munculnya refresentasi Lombok dan Sumbawa. Terlebih pasangan yang merefresentasikan masyarakat Bima dan Dompu hanya ada di figur Mori Hanafi. Sehingga masyarakat setempat diprediksi lebih banyak akan mendukung  Paket AMAN di tanggal 27 Juni mendatang.

Selanjutnya, potensi keunggulan pasangan ini terletak pada tingkat dukungan partai politik. Hampir setengah kursi di DPRD NTB mendukung Paket AMAN ini di pilkada NTB, sehingga jika semua mesin partai bergerak sampai ke tingkat bawah, aura kemenangan sudah semakin besar.

“Taruhlah masing-masing anggota dewan ini baik kabupaten/kota maupun provinsi, yang parpolnya sudah mengusung Ahyar – Mori membawa separuh saja suara yang dia peroleh saat duduk di kursi dewan, tentu pasangan ini akan unggul,” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat