Putra Sasak Lombok Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Betawi

kicknews.today – Putra Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat yang juga Kepala Dinas Pertamanan dan Tata Kota Lombok Barat H. Lalu Winengan, Kamis (5/4) sekitar pukul 14.00 WIB, dikukuhkan dan diberikan penghargaan sebagai tokoh kehormatan Betawi.

Pemberian penghargaan dan prosesi pengukuhan dilakukan bersama belasan tokoh lainnya, berlangsung saat kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Forum Pemuda Betawi bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Jakarta.

Tahun ini adalah tahun ke-17 Bamus Betawi menyelenggarakan kegiatan serupa, dengan memberikan penghargaan dan penghormatan kepada tokoh-tokoh luar Betawi, yang dinilai memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan terkait isu-isu kearifan lokal untuk penguatan kebangsaan.

Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi Rahmat HS. dalam penyampaiannya mengemukakan, pemberian status warga kehormatan ini sudah diadakan sejak tahun 2002.

Dikatakannya, hingga penyelenggaraan tahun ini ada sekitar 200 tokoh yang diberikan penghargaan, baik mereka yang duduk di lingkungan pemerintahan pusat maupun di daerah.

“Tahun ini, dari puluhan tokoh yang kita seleksi, muncul 17 nama. Mereka adalah orang-orang yang bagi masyarakat Betawi berjasa di sektor publik lewat kiprah mereka masing-masing,” ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua Bamus Betawi H. Lulung Lunggana menyampaikan, kegiatan ini adalah cara warga Betawi bersilaturahmi dengan komunitas lain, untuk menguatkan peran kebangsaan.

“Mereka yang terpilih adalah orang-orang pilihan, yang kami tahu kiprah mereka selama ini. Selamat,” kata H. Lulung yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Lalu Winengan secara garis besar saat diberikan kesempatan, menyampaikan pentingnya bangsa Indonesia melakukan taubat nasional.

“Ada banyak kejadian buruk di Indonesia yang justru terjadi, karena kecerobohan para tokohnya yang tidak menjaga etika saat berbicara di hadapan publik, sehingga menimbulkan kegaduhan,” ujar Lalu Winengan yang juga menyandang gelar Datu Berenge.

Secara khusus Winengan menyampaikan kondisi dan hiruk-pikuk berbangsa saat ini, justru akibat tidak adanya kearifan dalam berkomunikasi dan berinteraksi para elitnya.

Dia mencontohkan dan menyindir pidato salah satu tokoh nasional yang meramalkan bubarnya Indonesia pada tahun 2030.

Menurut Winengan, jika pidato itu disampaikan dengan data yang jelas serta dengan maksud mengajak bangsa waspada, maka itu bermakna positif. Akan tetapi bila pidato itu digunakan hanya untuk kepentingan politik jangka pendek, maka yang muncul hanya kegaduhan di akar rumput.

Selain itu, dia juga memberi contoh kecerobohan salah satu tokoh yang menyampaikan hal kontroversial, yang justru melukai perasaan umat Islam. Dimana dalam hal ini mengarah kepada puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berujung menuai protes.

“ Oleh karena itu, yang kita butuhkan saat ini adalah sama-sama bertaubat. Tokoh-tokoh harus bertaubat.  Saya minta Forum Pemuda Betawi menggelar gerakan ‘Solat Taubat Nasional’, supaya dosa-dosa kita diampuni Tuhan,” ungkap mantan Ketua DPD KNPI NTB ini.

Ditemui media usai acara, Winengan menganggap penghargaan ini adalah bentuk apresiasi serta semangat untuk berbuat lebih baik lagi. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat