Pemkab Lombok Utara Wujudkan Inovasi Pelayanan Publik

kicknews.today – Inovasi pelayanan publik di Lombok Utara rupanya mulai terimplementasi. Pada Kamis (5/4) sekitar pukul 09.00 Wita, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar secara resmi menggelar peletakan batu pertama pembangunan sejumlah sarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Salah satunya yakni Tempat Penitipan Anak (TPA).

Menurut Najmul hal ini adalah inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Terlebih RSUD Tanjung merupakan etalase pelayanan bagi masyarakat.

“Saya terinspirasi dengan anak-anak kita yang harus membutuhkan tempat nyaman. Kita ingin daerah kita ini menjadi ‘Kota Layak Anak’,” ungkap Najmul.

TPA nantinya akan terintegrasi dengan Dikpora Lombok Utara, yang rencananya akan mengisi fasilitas di bangunan tersebut. Najmul berpesan baik RSUD maupun instansi lain agar mengedepankan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

“Utamakan pelayanan kepada pasien. Urusan administrasi harus dinomor duakan, sebab urusan administrasi dan medis harus dipisahkan dengan pelayanannya,” katanya.

“Jika pelayanan baik, maka akan menjadi cerita baik disampaikan pengunjung kepada orang lain. Namun sebaliknya, jika pelayanan yang tidak baik akan menjadi cerita yang tidak baik pula bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tanjung dr. Lalu Bahrudin mengaku, dibangunnya TPA adalah salah satu ide Bupati yang menginginkan supaya ada keterkaitan pembangunan yang terintegrasi antar OPD.

“TPA yang kami implementasikan ini berkat pemikiran Pak Bupati yang menginginkan pelayanan RSUD terintegrasi dengan SKPD lain,” ungkapnya.

Perihal anggaran sendiri, pihaknya sudah menyiapkan sekitar Rp 300 juta. Tidak pembangunan TPA, RSUD Tanjung juga akan membangun fasilitas lain, diantaranya  ruang tunggu keluarga senilai Rp 200 juta, pembangunan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) senilai Rp 1,6 miliar.

Selanjutnya juga pembangunan landscape senilai Rp 2,8 miliar, ruang poli TB, narkoba dan HIV/AIDS (pada eks Kantor Camat Tanjung) senilai Rp 200 juta, hingga melakukan penembokan bagian belakang gedung dengan anggaran senilai Rp 300 juta.

“Fasilitas ini untuk menunjang pelayanan. Kami juga membangun tempat pencucian darah yang sudah mulai beroperasi bulan Maret. Jumlah pasien yang sudah merasakan pelayanan lebih dari 20 orang. Sekarang kita sudah punya empat mesin operasional, sehingga tidak perlu ke Mataram lagi,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat