in

Nilai Investasi di Lombok Utara Triwulan Pertama 2018 capai Puluhan Triliun

Ilustrasi nilai investasi meningkat

kicknews.today – Nilai investasi di Lombok Utara pada tahun 2018 ini totalnya telah mencapai puluhan triliun. Dari sejumlah investor yang akan menanamkan modalnya, tercatat mencapai kisaran Rp 59 triliun lebih. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu (Disnaker PM PTSP) Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, Rabu (4/4).

“Ini yang sudah masuk untuk mengajukan investasi tetapi realisasinya belum,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut baik investor lokal maupun penanam modal asing (PMA) rata-rata menyasar kabupaten termuda di NTB ini.

Dikatakan, khusus PMA prosesnya terlebih dahulu akan diambil alih pemerintah pusat, setelah itu kemudian diserahkan ke daerah untk pengurusan teknis perizinannya.

Salah satu PMA yaitu investor asal Korea Selatan (Korsel) yang belakangan intens membangun kerjasama dengan Pemkab Lombok Utara.

“Kami di sini hanya mengurus teknisnya. Untuk Korea progresnya bagus. Dalam waktu dekat donaturnya yakni Inspired Group asal Dubai akan mengunjungi Lombok Utara sebelum investasi terlaksana,” jelasnya.

Dijelaskan Vidi, nilai investasi dicatat berdasarkan pengajuan izin para investor. Demikian pula perihal izin prinsip yang dikeluarkan dinas berlaku hingga tiga tahun.

Dalam jangka waktu tersebut, investor diharuskan segera melakukan aktivitas. Dan jika tidak, izin pertama itu akan hangus dengan sendirinya.

“Diberi izin untuk enam bulan dulu kemudian keluarkan prinsip hingga tiga tahun batasnya. Kami mendorong ketika aktivitas tidak terlaksana, apakah ada kendala atau bagaimana,” jelasnya.

Menurutnya, investor yang sudah mendaftar namun tidak melaksanakan kegiatan sangat minim. Bukan tanpa alasan, Vidi merujuk kepada pendataan tahun 2017 lalu. Dimana dari sekian banyak investor yang memaparkan nilai investasi, terdapat 80 persen lebih mampu merealisasikan kegiatan. Sedangkan sisanya dianggap masih dalam tahap proses.

“Artinya lebih banyak yang merealisasikan daripada yang tidak. Ini berdasarkan pendataan kami tahun kemarin (2017, red). Termasuk tinggi, jika dibandingkan dengan daerah lain,” sebutnya.

Berdasarkan data Disnaker PM PTSP Lombok Utara, pada bulan Januari bidang usaha pariwisata mendominasi nilai investasi dengan jumlah Rp 23 miliar lebih. Pada bidang usaha perdagangan tercatat Rp 500 juta lebih.

Khusus bulan Februari terlihat nilai menanjak. Dimana bidang pariwisata jumlahnya mencapai Rp 32 miliar lebih, perdagangan Rp 1,6 miliar, bidang budidaya Rp 50 miliar, bidang jasa konstruksi Rp 700 juta, dan di bidang industri Rp 59 triliun.

Sedangkan untuk bulan Maret lalu, nilai investasi cenderung fluktuatif. Untuk bidang pariwisata tercatat Rp 10 miliar lebih, perumahan Rp 82 miliar, dan pada bidang SPBU nilainya Rp 3,6 miliar. (iko)