Akal-akalan dengan Aplikasi Grab, 16 ‘Driver’ Ditangkap Polisi

kicknews.today – Banyak cara para “Driver Grab” mendapatkan ekstra order. Seperti yang dilakukan 16 pelaku ini. Mereka melakukan order fiktif untuk mendapatkan point guna mendapatkan bonus senilai Rp.300.000,-,. Dengan begitu, seolah-olah ada transaksi pengantaran penumpang oleh pengemudi Taksi Online ke suatu tempat. Padahal, kenyataanya tidak ada aktivitas mengantar penumpang tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan belasan tersangka yang ditangkap itu berinisial RF (24) warga Ketintang, RT (20) warga Jagir Sidomukti, DP (31) warga Sidosermo, VL (28) warga Taman Mayangkara, MD (25) warga Gayungsari, DN (25) warga Wiyung, RX (25) warga Cipta Menanggal, WD (45) warga Brawijaya Surabaya, DK (21) warga Sukodono Sidoarjo, BS (36), GC (27), RF (26), LM (26), RR (26), RN (30) dan RJ (30) warga Surabaya.

Dikatakan dia, para pelaku tidak hanya membuat akun palsu, tapi juga menggunakan banyak handphone untuk melancarkan aksinya dalam sebuah grup yang sudah dibuat.

“Jadi mereka membuat akun baru dengan nama orang lain, ya semacam akun fiktif. Biar gampang, mereka memiliki handphone lebih dari satu. Dengan begitu, bisa memiliki banyak akun, yang seolah-olah mereka mengantarkan penumpang. Nyatanya ya tidak. Karena perusahaan merasa sangat dirugikan, akhirnya manajer melaporkan kasus ini kepada kami,” terangnya.

Setelah dilakukan analisa diketahui adanya sejumlah transkasi yang tidak pada semestinya dilakukan oleh para Driver Online. Darisanalah Polisi akhirnya berhasil membongkar jaringan tersebut.

Dari pengakuan tersangka, mereka mengincar 16 point dalam sehari, untuk mendapatkan bonus sebesar Rp300 ribu. Dalam seminggu, melalui aksi order fiktif itu, tersangka bisa meraup keuntungan hingga mencapai Rp 5 juta.

Tidak hanya Driver Online roda empat saja, lanjut Rudi. Dari 16 tersangka itu juga termasuk driver online untuk roda dua. Modusnya, mereka sengaja melakukan order fiktif di daerah terpencil, yang kemungkinan kecil tidak ada akun lain selain akun pelaku, yang operasional di daerah tersebut. Sehingga order bisa diambil hanya oleh pelaku.

“Mereka menjalankan dua aplikasi sebagai sopir dan calon penumpang dari handphone yang telah disiapkan,” lanjut Kombes Pol Rudi.

Kepada para tersangka akan dijerat dengan Dugaan Tindak Pidana Memanipulasi tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 jo 51 pasal 35 UU RI Nomor 9/tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo 55 KUHP dengan ancaman 12 Tahun Penjara. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat