in

Ini Rencana Pemda Lombok Utara Pasca Penertiban di Dua Gili

Bangunan di Gili Meno yang berada di sempadan pantai

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara rupanya sudah menyiapkan rencana akan dibangun apa di Gili Meno dan Gili Air pasca penertiban bangunan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Zaldy Rahardian, Selasa (27/3), mengungkapkan kemungkinan pola yang akan dipakai tak jauh-jauh layaknya Gili Trawangan.

“Kalau di tiga gili anggaran sudah ada, desain juga sudah. Saya rasa karakteristik Meno dan Air tidak jauh berbeda,” ungkapnya.

Diketahui, jika pemkab akan membangun jalan pedestrian sehingga memudahkan wisatawan menikmati pemandangan langsung ke arah pantai. Terlepas dari sarana dan prasarana lain, seperti pohon dan tempat duduk. Zaldy menilai itu hal teknis yang segera dibicarakan lebih lanjut dengan OPD terkait.

“Misalnya jalan di Trawangan berhasil, kemungkinan akan diterapkan pula di dua gili (Meno dan Air, red). Kami sudah siapkan Rp 6,3 miliar tahun ini. Soal pohon ataupun trotoar, kita koodinasi dengan dinas lain dan melihat kemampuan, sebab polanya keroyokan,” jelasnya.

Khusus untuk Gili Trawangan, lahan pada lokasi eks bangunan yang dibongkar pemkab tahun lalu itu, belum dipastikan apakah akan diaspal atau justru menggunakan paving block.

Umpama dipasang paving block, lanjut Zaldy, akan memakan panjang 2,3 kilometer. Sementara jika sebaliknya hanya memakan 1,7 kilometer.

“Tinggal diputuskan saja mau pakai aspal atau paving block. Kemarin saya sudah komunikasi dengan Pak Bupati, dalam waktu dekat segera diputuskan,” katanya.

Menurutnya, pola pemasangan paving block dianggap paling ideal. Pasalnya, sebagai destinasi wisata yang dikunjungi banyak orang, hawa yang timbul tak sepanas manakala jalan dilapisi aspal.

Paving block yang akan dipasang pun tak sembarang, yakni dengan bahan K300 pabrikasi.

“Khawatirnya akan sangat panas kalau pakai aspal. Operasional besar, untuk bahan paving kita pakai kualitas yang bagus, kontainer lewat sana juga nggak akan pecah,” bebernya.

Pengerjaan jalan di Gili Trawangan akan dilaksanakan pada tahun ini, menunggu proses di LPSE tuntas. Demikian pula dengan jalan di Gili Air dan Gili Meno yang menunggu aktivitas penertiban berjalan bulan depan.

Terkait munculnya anggapan jika menggunakan paving block mudah atau kerap hancur, Zaldy berani memberikan jaminan.

“Kalau sudah proses lelang akan langsung dikerjakan. Memang pandangannya menggunakan paving block itu sering hancur, tapi ini kualitasnya bagus. Seperti di Mandalika, itu kan pakai paving block juga,” tandasnya. (iko)

Kondisi sebuah ruas jalan di gili yang kemungkinan akan di paving block