in

TAHTA Datangkan Belasan Negara dalam “Syiar Halal Tourism” di Lombok

Ketua TAHTA, Adnan saat diwawancarai stasiun televisi STv Jordania seusai acara di sela-sela swafoto para peserta

kicknews.today – Sebagai garda depan dalam memobilisasi program pemerintah di bidang pariwisata, Tourism Asociatian of Halal Travel Agency (TAHTA) menggelar sebuah event yang bertajuk “Syiar Halal Tourism” di Senggigi, Lombok, Sabtu (24/3) sekitar pukul 17.00 WIta, dengan mendatangkan tour operator dari 15 negara.

Ketua TAHTA Adnan mengungkapkan, event “Syiar Halal Tourism” ini merupakan bagian dari program TAHTA sebagai famtrip di luar negeri.

“Kami ingin memperkenalkan sekaligus mempromosikan brand ‘Halal Tourism Destination’ yang disandang Lombok kepada pariwisata dunia, khususnya 20 negara anggota komunitas”, ungkap Adnan.

Lebih jauh Adnan mengungkapkan, event yang dihelat di Pool Vila Club Kila Hotel Senggigi itu, dihadiri 150 orang  dari 20 negara.

“Peserta yang datang juga membawa serta crew televisi, jurnalis, dan bloger masing-masing”, ujarnya.

Dikatakan, untuk lebih mengintensifkan program dalam memperkenalkan sekaligus mempromisikan destinasi pariwista yang ada di Indonesia dan khususnya di NTB, TAHTA telah membentuk sebuah komunitas di Singapura yakni “Indonesia Lombok Channel” yang beranggotakan 20 negara.

“Supaya update kegiatan di 20 negara itu, apa yang perlu kita bahas dan apa yang perlu kita kembangkan, di godok dalam komunitas,” jelasnya.

“Tentunya semua itu tetap kembali kepada tujuan utama, yakni untuk mobilisasi program industri pariwisata Indonesia, ya yang palling utama untuk kami pariwisata di NTB,” imbuh Adnan.

Disinggung tentang adanya polemik terkait Lombok sebagai destinasi wisata halal, Adnan mengatakan wisata halal atau halal tourism itu adalah brand kita di luar negeri.

“The Bast Halal Tourism Destination Halal in Lombok adalah brand dan market kita di luar. Jadi atas dasar itu, konsep itu kita gak perlu perdebatkan. Ini market kita, brand kita, gak perlu dispesifikasikan ke Islam,” harapnya.

Dia berharap kehadiran TAHTA di Lombok khususnya dan NTB pada tataran makro, mampu menjadi jembatan dalam mengemas paket-paket wisata menjadi lebih baik kedepannya.

“Juga kami berharap jangan terlalu dipermasalahkan brand halal ini, karena ini sesungguhnya market kita, brand kita, nama kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu selain menyajikan kuliner khas Pulau Seribu Masjid yang tentunya dalam kemasan 100 persen halal, ditampilkan pula kesenian ‘paosan’ (pembacaan lontar) Sasak Adi oleh Lembaga Adat Sasak “Krise Agung” Kuripan Selatan, Lombok Barat, dan penampilan Joget Sasak oleh penari dari Sukarara, Lombok Tengah.

Seusai acara, jurnalis STv dari Jordania sempat melakukan wawancara khusus dengan Ketua TAHTA selaku penyelenggara.

Dalam kesempatan itu Adnan banyak memberikan penjelasan dan gambaran terkait destinasi pariwisata NTB, khususnya di Pulau Lombok, seperti wisata Senggigi sampai Sekotong, Gili Matra di KLU, Kuta dengan KEK Mandalika Resort nya.

Disamping itu, Adnan juga memperkenalkan beberapa destinasi pariwisata yang berada di Pulau Sumbawa. (djr)

Para peserta “Syiar Halal Tourism” asal Kamboja berswafoto usai acara