in

Rp 10 Miliar untuk Dermaga Gili Trawangan dari Pemerintah Pusat

Menhub Budi saat hendak bertolak menuju Gili Trawangan dari Bangsal

kicknews.today – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan menggelontorkan anggaran senilai Rp 10 miliar untuk pembangunan dermaga di Gili Trawangan, Lombok Utara. Dermaga yang ada sekarang, dianggap tidak representatif. Hal ini terungkap saat Menhub Budi Karya Sumadi berkunjung ke Gili Trawangan belum lama ini.

“Sabtu kemarin beliau datang hanya sebantar saja. Kita diberikan anggaran untuk pembangunan dermaga,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU. Agus Tisno, Kamis (22/3).

Kunjungan Menhub itu dalam rangka mengecek persiapan Gili Trawangan, sebagai salah satu lokasi yang akan dikunjungi peserta “Annual Meeting IMF-World Bank” di Bali Oktober mendatang.

Mengingat seluruh perwakilan bank dunia akan berada di sana, wajar saja jika Pemerintah Pusat mengatensi betul kondisi dermaga Gili Trawangan.

“Acaranya memang di Bali, tetapi ada agenda yang ke Trawangan juga. Melihat kondisi dermaga, Pak Menteri kurang nyaman, itulah sebabnya kita akan diberikan anggaran Rp 10 miliar khusus bangun dermaga,” jelasnya.

Dalam pemberian anggaran tersebut, tidak ada syarat berarti yang mesti dilengkapi Pemkab Lombok Utara. Pihaknya hanya harus memaparkan DED serta gambar bangunan dermaga.

Rencana inipun telah dikoordinasikan dengan pihak provinsi, sehingga dalam waktu dekat dia bersama Kepala Dishub NTB diundang ke pusat, guna membicarakan persoalan teknis pembangunan dermaga.

“Itu sudah disampaikan juga kepada Kadishub Provinsi, besok kita ke pusat membicarakan masalah teknisnya. Nanti yang akan mengerjakan, dari tander segala macam di pusat. Kita hanya terima jadi saja,” ungkapnya.

Anggaran besar yang disediakan itu hanya merujuk pada pembangunan dermaga saja. Sementara menyangkut gedung dan lain-lain tidak ada space alokasi khusus. Pasalnya, lanjut Tisno, Budi Karya Sumadi menginginkan supaya dermaga bersifat paten (layaknya dermaga Bangsal) dengan panjang kurang lebih 100 meter.

“Pak Menteri minta dermaganya harus megah, tetapi kita tidak akan merusak bangunan yang sudah ada. Nanti tinggal disambung saja sekitar 100 meter,” bebernya.

“Jelas kita akan anggarkan untuk perawatannya nanti. Dalam DPA masuknya rehabilitasi dermaga tiga gili, jadi jika yang di Gili Air rusak bisa pakai anggaran daerah,” imbuhnya.

Pembangunan dermaga itu harus segera selesai sebelum acara IMF-World Bank terlaksana. Artinya, dinas memiliki waktu kurang lebih enam bulan, untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.

Pihaknya memastikan sejumlah langkah penataan, mulai dari Gili Trawangan hingga Teluk Nara segara dilaksanakan.

“Kami siap menjadi tuan rumah, makanya nanti itu kita akan bersihkan semua, termasuk persoalan yang ada di Pelabuhan Teluk Nara,” pungkasnya. (iko)