in

Asrama Mahasiswa Lombok di Malang Roboh

Penyengga Loteng Bangunan Asrama Mahasiswa Lombok di Malang yang roboh

kicknews.today – Asrama mahasiswa Lombok yang ada dijalan KH. Hasyim Ashari gang II nomor 1311 kota malang roboh. Kejadian robohnya penyangga loteng bangunan asrama itu terjadi pada hari Minggu (18/3) siang sekitar pukul 14.20 WIB.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari Nuzuluddin selaku pengurus (sekretaris) asrama Rinjani 1 Lombok-Malang. Dia menyampaikan bahwa ini akibat cuaca ekstrim, hujan lebat yang selama ini terjadi di kota malang, dan memang juga bangunan asrama ini sudah dimakan usia.

“Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi asrama mahasiswa tertua di Kota Malang ini yang dihuni oleh masiswa asal Lombok sejak tahun 1952 ini tinggal menunggu roboh. Ya, sangat memperihatinkan”, ungkapnya.

Tempat tinggal para generasi terpelajar tersebut memang jauh dari kata bagus, pasalnya memang kondisi asrama kini sangat memperihatinkan. Mulai dari pagar gerbang yang sudah rusak sejak lama, jendela yang pecah, dinding-dinding yang lembab dan banyak rembesan air, loteng yang bocor hampir disemua kamar, engsel pintu kamar yang rusak, toilet yang sudak tidak layak pakai, dan masih banyak kekurangan lain yang dari hari ke hari coba “diselamatkan” para penghuni.

Tidak hanya sampai disitu, tagihan listrik, WIFI, dan bahkan tagihan pajak bangunan asrama itu ditanggung bersama oleh penghuni. Hingga saat ini, mahasiswa mulai resah, karena bisa jadi kejadian robohnya penyangga loteng yang sudah termakan usia itu kembali terjadi.

Nuzuluddin mengungkapkan lagi bahwa memang diakui bahwa hunian ini bukan properti pemerintah bahkan masih sengketa. Akan tetapi terlepas dari ini, inginnya kami selaku generasi penerus daerah yang merantau di daerah orang diperhatikan sebagaimana layaknya mahasiswa yang berada di daerah lain.

“Kami rasa perawatan bahkan renovasi bangunan selaku asrama ini sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan. Kami selaku penghuni sudah sering bersurat kepada pemerintah daerah baik kota/kabupaten bahkan sering juga kepada pemerintah provinsi agar bisa kiranya membantu kami baik dalam kondisi fisik bangunan maupun dalam hal persengketaan bangunan ini. Kami hanya mendapatkan wacana dari pihak aset pemprov yang siap membantu, tapi hingga saat ini tak kunjung direalisasikan”, ujarnya.

Ketua asrama, Irul mengatakan bangunan ini dihuni oleh mahasiswa asal Lombok sejak tahun 1952. Sekian mahasiswa asal Lombok telah menyelesaikan studinya dari asrama ini. Alumninya kini tengah bekerja ada yang sebagai pengusaha, menjadi akademisi (dosen), bahkan sebagai birokrasi di pemerintahan di sejumlah daerah provinsi NTB khususnya di pulau Lombok. Namun hingga saat ini terkesan melupakan asrama ini.

“Kami minta kepada Pemerintah daerah atau provinsi agar memperhatikan asrama ini, kami berkali-kali bersurat kepada pemerintah namun belum juga ada respon,” paparnya dengan serius.

Diketahui mahasiswa yang menghuni Asrama Rinjani 1 Lombok-Malang menempuh ilmu di malang ada yang diploma (D3), sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktoral (S3). Dr. (cn) Bustanul Arifin, M.Pd dan Dr (cn) Haromain, M.Pd selaku penghuni asrama, menuturkan dari bulan ke bulan harus berupaya memikirkan sendiri bagaimana caranya agar bagunan ini tidak runtuh yang kondisinya semakin hari semakin tidak layak huni lagi.

Selain itu penghuni harus mampu berupaya mempertahankan asrama ini dari upaya-upaya orang tidak jelas menggugatnya dan memang nilai historis asrama terus tertanam dan terbangkitkan dalam diri para penghuni. Menurut para penghuni asrama, dirinya merasa sangat terbantu karena dapat menghemat biaya kos yang selama ini menjadi momok para mahasiswa apabila kuliah di perantauan. Meskipun terbantu, adalah sesuatu yang wajar apabila aspek kenyamanan tetap menjadi salah satu prioritas dalam menghuni sebuah rumah.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa asrama ini sering menjadi pusat pertemuan para mahasiswa asal NTB pada umumnya dan Lombok pada khususnya yang berada di kota malang. Jadi dapat dikatakan sebagai pusat kegiatan mahasiswa NTB. Namun tak pernah diperhatikan pemerintah.

Harapan terbesar para penghuni adalah pemerintah bisa membantu baik dalam hal perawatan atau renovasi fisik bangunan dan kejelasan status sengketa bagunan sebagai asrama mahasiswa asal pulau lombok.

“Karena sungguh sangat disayangkan nilai historis dari asrama yang telah banyak melahirkan generasi pengabdi kepada daerah ini hilang, baik disebabkan oleh robohnya bangunan atau diambil oleh orang tak bertanggung jawab yang berusaha menggugat bangunan ini,” tutup Nuzuluddin. (red.)