in

Harga Cabai Meroket, Gubernur NTB Datangkan Dari Luar

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi

kicknews.today – Beberapa hari terakhir, harga cabai kriting mulai dikeluhkan ibu rumah tangga lantaran harganya yang meroket mencapai Rp 70 ribu lebih per kilogram. Hal itu membuat Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi langsung kroscek dilapangan.

“Saya akan cari tahu penyebab meroketnya harga cabai itu. Minggu kemarin, masih kisaran Rp 70 ribu satu kilo, nah belum tau sekarang,” ungkapnya, Senin (19/3).

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjeskan, mendatangkan cabai dari luar NTB diharap bisa menekan harga yang yaat ini melambung. Jika berhasil, malah akan diperbanyak lagi.

“Saya kira, ditingkat pedagang, nggak ada masalah. Soalnya, ini kan bisnis to bisnis” ujar gubernur.

Dia menegaskan, pemantauan kenaikan harga cabai bertujuan untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarat NTB.

“Saya cek nanti, minggu kemarin masih 70 ribu,” kata dia.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Selly Andayani menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah di pasaran wilayah NTB mencapai Rp. 85.000,- per Kg.

Hal itu disebabkan karena faktor cuaca curah hujan yang tinggi di awal bulan Februari, disertai angin kencang dan banjir di lokasi lahan pertanian cabai sehingga mengakibatkan tanaman cabai petani rusak/gagal panen.

Selain itu kata Selly adanya serangan hama berupa jamur yang menyerang akar tanaman yaitu Antraknose dan Layu Fusarium juga menyebabkan tanaman cabai petani layu dan buahnya rontok.

Sedangkan ketersediaan stok cabai rawit merah di Pasar Induk Mandalika cukup tersedia dengan memperoleh pasokan dari Bima, Bali, Jawa Timur dan Sulawesi, namun jumlahnya masih sedikit sehingga belum bisa menurunkan harga cabai rawit merah secara signifikan di pasaran wilayah NTB.

Disinggung dengan adanya pengiriman cabai dari Pekalongan, Selly memebenarkan namun jumlahnya tidak sampai satu ton. Pengiriman itu dilakukan untuk stabilitas harga cabai yang melambung.

“Tidak banyak kurang dari satu ton, tapi dari pengiriman itu kan bisa sekarang harganya 80 ribu per kilo” pungkas Selly. (prm)