Oknum Pegawai Jaksa Rampok Tramadol Sitaan di Kantor Sendiri

kicknews.today – Seorang oknum pegawai Kejaksaan Negeri Raba, Bima di Nusa Tenggara Barat saat ini terancam hukuman sembilan tahun penjara lantaran terlibat dalam perampokan tramadol, obat hasil sitaan di gudang penyimpanan barang bukti di kantornya sendiri.

Dia melakukan perampokan tersebut bersama enam warga sipil lainnya yang juga saat ini mendekam di penjara.

Tersangaka berinisial L saat ini sedang dalam masa persidangan dan telah menyandang status terdakwa dalam perkara dugaan pencurian tramadol.

“Terdakwa ini ada 7 orang, 6 warga sipil dan 1 pegawai kami. Mereka didakwa dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian. Ancamannya maksimal sembilan tahun penjara, tapi itu baru ancaman karena belum memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Kasi Pidana Umum Ronald T Mendrofa, Rabu (14/3).

Sidang perdana terdakwa digelar pada Selasa (13/03) dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Demikian ditulis kompas.

Kasus pencurian yang dituduhkan terhadap tujuh terdakwa ini terjadi pada Oktober 2017 lalu. Saat itu, mereka merampok barang bukti hasil sitaan dari para pelaku lain di gudang kantor Kejaksaan di Jalan Soekarno-Hatta, Bima.

Saat menjalankan aksinya, para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata dan senjata api rakitan. Mereka juga menodong dan mengancam penjaga kantor Kejaksaan.

Setelah itu, para pelaku membobol gudang penyimpanan barang bukti dan berhasil membawa kabur 9.000 butir tramadol, barang bukti yang dilimpahkan polisi ke Kejaksaan.

Tidak lama kemudian, sindikat pencurian tersebut dibekuk jajaran Polres Bima Kota. Polisi kemudian mengamankan tujuh pelaku di tempat berbeda.

terdakwa L merupakan otak pencurian. Ia berperan sebagai petunjuk jalan sekaligus mengawasi agar pencurian yang dilakukan rekannya berjalan lancar. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat