Nyepi, Pelabuhan Lembar akan Ditutup 34 Jam

kicknews.today – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan penutupan sementara selama 34 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Denny Nurdiana Putra, di Lombok Barat, Rabu (14/3), mengatakan penutupan sementara pelabuhan berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, tentang Penutupan Sementara Pelabuhan Penyeberangan Lembar – Padangbai pada Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940.

“Penutupan sementara di Pelabuhan Lembar diberlakukan mulai 16 Maret 2018, pukul 19.30 WITA. Ini waktu pemberangkatan kapal terakhir menuju Pelabuhan Padangbai, Bali,” katanya.

Untuk penutupan sementara di Pelabuhan Padangbai, kata dia, diberlakukan pada 17 Maret 2018, pukul 03.00 WITA.

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, akan kembali normal pada 18 Maret, pukul 09.00 WITA, sedangkan di Pelabuhan Lembar, pada pukul 04.30 WITA.

Lebih lanjut, Denny mengatakan satu hari sebelum (H-1) penutupan sementara aktivitas penyeberangan, pihaknya akan menerapkan sistem percepatan pemberangkatan kapal. Namun kebijakan tersebut akan diberlakukan jika ada antrean muatan di area pelabuhan.

“Hari Raya Nyepi sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Biasanya para sopir truck atau mobil ekspedisi sudah tahu dan jauh-jauh hari menyesuaikan rencana menyeberang,” ujarnya.

PT ASDP Cabang Lembar juga menyiapkan posko dan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh para sopir yang memilih menginap di area pelabuhan. Begitu juga di Pelabuhan Padangbai.

“Tapi biasanya, kondisi di Lembar, relatif agak sepi dan kalau penumpang mau kembali ke arah kota lebih mudah. Beda dengan di Pelabuhan Padang Bai, penumpang harus diam di pelabuhan,” ucapnya.

Terkait dengan kesiapan saat pelabuhan kembali dibuka, Denny mengatakan pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Denpasar Provinsi Bali-NTB Pelabuhan Lembar, sudah menyiapkan langkah antisipasi padatnya arus penumpang.

Model antisipasi yang disiapkan adalah dengan cara membagi dua dari total 35 unit kapal motor penyeberangan (KMP) yang beroperasi di lintasan penyeberangan Lembar-Padangbai. Artinya, separuh armada disiagakan di Pelabuhan Lembar, dan separuhnya di Pelabuhan Padangbai.

“Sebanyak 35 unit KMP dari 11 perusahaan akan disiagakan untuk mengangkut penumpang pascapenutupan saat Nyepi,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat