Di NTB Moeldoko Bilang, Berinovasilah atau Mati…!

kicknews.today – Berbicara di hadapan sekitar 650 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat yang hadir memenuhi Auditorium DOME Universitas Mataram, Jumat (9/3), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak para mahasiswa dan anak muda untuk melihat masa depan secara lebih optimis dan produktif.

Moeldoko menyampaikan, benar bahwa ada banyak masalah di sekeliling kita, tapi kalau mau melihatnya secara berbeda, kita dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan.

Oleh karena itu, ia mengajak anak-anak muda untuk menyambut tantangan zaman ini dengan berinovasi.

“Berinovasilah atau mati,” kata Moeldoko seraya menjelaskan bahwa kata itulah yang selalu dikatakannya di hadapan anak-anak muda.

Lebih jauh dikatakan, perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini berlangsung sangat cepat, mulai dari teknologi robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya.

Presiden Jokowi, lanjutnya, selalu mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Dalam konteks itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang lainnya, dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital.

“Dalam sistem sosial politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun,” tegas Moeldoko.

Hadir dalam kegiatan di Universitas Mataram tersebut Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. M. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., dan Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, M.Si.

Selain itu, hadir pula Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando, SE., M.Soc., Komandan Korem 162/Wirabhakti Kolonel (Inf) Farid Makruf, MA., dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram. Sementara penanggap dari kalangan akademisi adalah Dr. Firmansyah.

Ajakan untuk membangun sikap optimis dan sikap positif juga datang dari Gubernur NTB. “Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis,” kata Gubernur.

Diskusi nasional yang digelar Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Universitas Mataram tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kantor Staf Presiden menyambangi kampus-kampus, untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Bandung, Padang, dan Makassar.

Dalam paparannya, Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi.

Dia menunjukkan beberapa komitmen Pemerintah Pusat terhadap Provinsi NTB, seperti tiga kawasan di NTB yang dapat didorong untuk menjadi lebih besar dan lebih baik, yakni KEK Mandalika Resort, Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora), serta Global Hub Kayangan di KLU.

“Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1 persen,” kata Gubernur NTB yang akrab dengan panggilan Tuan Guru Bajang itu.

Selain ekonomi, pembangunan di bidang sosial dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian penting yang harus diperhatikan dalam konteks membangun NTB.

Selain bertemu dan berdiskusi dengan para mahasiswa dan kalangan kampus, Moeldoko sebelumnya juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Bonder, Lombok Tengah, dan Pondok Pesantren Nurul Haramain di Narmada, Lombok Barat.

Disamping itu, juga menggelar bincang-bincang santai dengan para tokoh dan ulama, pengelola media massa, penggerak kebudayaan, tokoh masyarakat, dan aktivis sosial dan lingkungan.

Dalam beberapa kesempatan tersebut, rombongan Kantor Staf Presiden yang dipimpin oleh Moeldoko menerima berbagai masukan dan saran, terkait dengan pembangunan yang berlangsung di NTB.

Beberapa topik yang dibahas antara lain terkait buruh migran, lingkungan, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan perhutanan sosial.

Pada sesi diskusi di DOME Unram tersebut, Moeldoko juga menerima masukan dari perwakilan mahasiswa, dan diterima secara langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan.

Masukan dalam bentuk dokumen tersebut, kata Moeldoko, akan dipelajari, dan jika memang relevan akan disampaikan kepada Presiden Jokowi. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat