in

Bulan April Pembebasan Lahan Global Hub Dimulai

ilstrasi Global Hub

kicknews.today – Rencana pembangunan Mega Proyek Global Hub dalam waktu dekat segera merealisasikan tahap pertama. Pembebasan lahan dijadwalkan akan dimulai pada Bulan April 2018 ini.

Demikian diungkapkan oleh President Director PT. Bandar Kayangan Internasional (BKI) Dr. Ir. Son Diamar, MSc. Usai pertemuan dengan delegasi Korea Selatan (Korsel) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (26/2).

“Pembebasan lahan kemungkinan kita mulai Bulan April. Rencananya dalam tahap pertama ini akan dibebaskan kurang lebih 1.500 hektare dulu,” ungkapnya kepada wartawan.

Dari 1.500 hektare lahan yang akan dibebaskan alokasi untuk kawasan pelabuhan sebanyak 200 hektare. Untuk kilang minyak akan dipakai lahan seluas 400 hektare, lalu khusus industry segera dibebaskan lahan 500 hektare, dan sisanya untuk pembangunan gedung dan lain-lain.

“Untuk 5 tahun pertama kita akan bebaskan 1.500 hektare dulu. Nanti jika pembangunan sudah berjalan sekitar 10 tahun baru akan menambah lahan hingga 4.000 hektare,” jelasnya.

Mengingat pembebasan lahan akan segera dilaksanakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak tenggelam dalam rayu muslihat para broker tanah. Bukan tanpa sebab, isu broker tanah yang mengatasnamakan pembangunan Global Hub belakangan sudah banyak muncul. Jika masyarakat melepas tanah kepada para broker, Son Diamar menegaskan warga tidak akan mendapat untung apapun.

“Kalau ke kami (melepas lahan) kita ingin mengubah nasib bukan merampas uang. Nanti warga yang lahannya sudah dibebaskan tidak akan digusur melainkan dipindahkan 100 kilo atau 500 meter, tidak jauh,” bebernya.

Warga kemudian akan diberikan rumah secara gratis dan bisa mengkapling perumahan tersebut. Tidak hanya itu, warga juga akan diberikan saham perihal Mega Proyek ini sehingga setiap tahun dapat menerima deviden kisaran 10 persen daripada pendapatan tersebut.

“Kita ingin warga itu bangga kita pribumi di sini. Mereka akan di agensi oleh Koperasi hasil yang baik mereka akan dapatkan deviden tahunan yang merubah nasib. Itu kisaran 10 persen satu, setelah lepas 5 hingga 7 tahun dan pembangunan telah berjalan hitungan saya itu Rp 50 juta perbulan,” terangnya.

“Jadi sekali lagi jangan jual ke broker tidak aka nada untungnya,” imbuhnya menegaskan.

Untuk mempersiapkan Kota berkelas internasional ini maka dibutuhkan pula SDM yang mempuni. Sebab itu pihaknya tengah menginventaris seluruh SMK yang ada di NTB, melihat apa kekurangan dan kebutuhan yang kemudian dapat memenuhi lapangan pekerja di sana sebagaimana kebutuhan.

“Masyarakat akan diberikan pelatihan dan apa kekurangannya (dari seluruh sekolah di NTB) sehingga kita kerjasamakan. Kalau ada pabrik dari Korea mau ke sini kita minta mereka yang latih, misalnya ada pabrik jerman mau ke sini kita minta mereka yang ajar. Nanti sertifikatnya itu internasional sehingga anak-anak kita pasti kerja,” pungkasnya. (iko)