in

Realisasi DAM Mujur jadi Prioritas Utama Ahyar-Mori untuk Lombok Tengah

TGH Ahyar Abduh saat Silaturrahmi di Lombok Tengah (Foto: Ade)

kicknews.today – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTB pada Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018 mulai menyerap aspirasi masyarakat.

Seperti halnya salah seorang Calon Gubernur Provinsi NTB, TGH Ahyar Abduh yang berdampingan dengan H Mori Hanafi SE. M.Comm menyambangi kampung kelahiran istrinya di lingkungan Serengat Kelurahan Prapen Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu (25/2).

Kedatangan Ahyar Abduh bersama istrinya, Hj Suryani Ahyar disambut semarak oleh ratusan keluarga dan masyarakat, pukul 11.00 wita siang tadi.

Dalam sambutanya, TGH Ahyar Abduh meminta ijin kepada pihak keluarga untuk berikhtiar membangun NTB kedepanya.

Pada kesempatan itu dirinya memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan ketika menjadi Gubernur nantinya.

“Yang menjadi prioritas saya nanti adalah mempercepat realisasi pembangunan Dam Mujur yang sudah lama dinanti- nanti oleh masyarakat,” ujar Ahyar

Menurut Wali Kota Mataram dua periode itu, keberadaan DAM Mujur itu sangat penting untuk mengairi ratusan hektar persawahan milik masyarakat. Serta mengatasi kekeringan terutama di wilayah selatan. Sehingga pasangan Ahyar- Mori menjadikan Dam Mujur itu menjadi prioritas jika dirinya terpilih untuk memimpin NTB.

“Apa yang saya sampaikan ini bukan hanya janji semata. DAM Mujur sangat- sangat dibutuhkan masyarakat, dan harus terealisasikan,” ungkapnya disambut teriakan dan tepuk tangan dari ratusan masyarakat saat pengukuhan Relawan Keluarga Serengat.

Dikatakan, bahwa dirinya bersama tim sudah merancang agenda untuk percepatan pembangunan itu. Bahkan hal itu didukung oleh koalisi partai yang berkuasa saat ini ditatanan Pemerintahan.

“InsyaAllah kita bentuk Tim khusus, supaya DAM Mujur tidak hanya menjadi jualan politik,” tegasnya.

Selain menjadikan Dam Mujur sebagai prioritas, pasangan Ahyar -Mori juga akan memperjuangkan nasib para tenaga pendidik, terutama bagi yang berstatus Non PNS, karena jasa mereka sangat- sangat tinggi dalam memajukan pendidikan, tidak hanya di Lombok akan tetapi di NTB bahkan hingga Indonesia.

“Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan akan kita atasi dengan program yang sudah kita rancang dengan berbagai rupa,” tambahnya.

“Kita juga akan memberikan penambahan anggaran untuk masing-masing Desa Rp 200 juta. Dana itu akan dianggarkan dari APBD Provinsi yang dihajatkan untuk kemakmuran masyarakat,” kata Ahyar. (ade)