in

“When Science Meets Religion” dibahas di UIN Mataram

Studium Generale, UIN Mataram

kicknews.today – Doktor ahli Fisika ITS Agus Purwanto M.Sc.,D.Sc panjang lebar menyuarakan gagasan-gagasan science yang disinergikan dengan religion kepada mahasiswa UIN Mataram dalam kuliah umum atau stadium general Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Selasa (20/2).

Bahasan stadium general yang mengangkat tema “When Science Meets Religion; Membumikan Paradigma ‘Horizon Ilmu’ dalam Teaching dan Learning” membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk mengoneksikan ilmu yang dipelajari dari berbagai jurusan di FTK yang notabenenya adalah science dan education.

“Kita masih perlu interkoneksi dan internalisasi keilmuan” tutur Wakil Retor III UIN Mataram, Dr. Hj. Nurul yakin, M.Pd dalam sambutannya.

Wakil Dekan III FTK bidang kemahasiswaan Dr. Asya’ari, M.Ag pun mengharapkan hal yang demikian.

“Kami berharap paparan ini nantinya bisa memberi inspirasi bagaimana menggandengkan agama dan ilmu pengetahuan” pintanya.

Agus Purwanto mengulas habis di depan ribuan mahasiswa UIN Mataram akan sinyal-sinyal ilmu pengetahuan dalam kitab suci Al Qur’an dan realitasnya kuliah yang dilakukan mahasiswa lalu dipraktikkan merupakan lanjutan dari misi kerasulan.

“Al Qur’an sebagai epistemologi atau ide gagasan, berikan pertanyaan kritis kemudian berikan hipotesa lalu buktikan dengan eksperimen dan konstruksi” jelas Agus Purwanto yang juga penulis buku Ayat-Ayat Semesta itu.

Alumni ITB itu juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dibangun lewat Qur’an kitab suci.

“Dari isyarat Al Qur’an, surat An-Naml (arti:semut) yang mengandung kutipan ayat seekor “namlah” yang berseru kepada Nabi Sulaiman, dari segi teksnya, riset yang dapat dilakukan berapa frekuensi yang digunakan oleh seekor semut sehingga terdengar suaranya di telinga Nabi Sulaiman” jelasnya.

“Ini bukan dongeng, membangun science mulai dari kitab suci” tambahnya.

Beberapa mahasiswa mengutarakan pertanyaan-pertanyaan science kepada Agus Purwanto sebagai feedback antusiasmenya dan sugesti keilmuan yang diperoleh dari fisikawan yang pernah belajar di ITB itu.

Terakhir ia merangkum kajian tema besar di atas bahwa “Ayat itu sebagai basis konstruksi, iman dan ilmu merupakan suatu kesatuan” tutupnya. (qro)