in

Terungkap, Mega Proyek Global Hub Tuntas 20 Tahun Lagi

ilstrasi Global Hub

kicknews.today – PT. Bandar Kayangan Internasional Indonesia Selasa, (20/2) melakukan ekspose mengenai rencana pembangunan Global Hub di Lombok Utara. Dalam kesempatan itu, dihadiri Bupati KLU H. Najmul Akhyar, Perwakilan ATR/BPN NTB, Perwakilan ATR/BPN Lombok Utara, Pemprov NTB, Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi Lesmana dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Lombok Utara.

Dari ekspose yang digelar diruang rapat Setda KLU, dan berlangsung selama 2 jam itu terungkap jika pembangunan mega proyek ini akan tuntas seluruhnya pada tahun 2038 mendatang, atau kurang lebih 20 tahun lagi. Hal ini diamini oleh Kabag Administrasi Pengendalian dan Pembangunan Setda KLU Lalu Majemuk.

“Harapan kita semua bisa terwujud dari target PT. Bandar sendiri semoga bisa (terwujud 20 tahun lagi) karena banyak investor yang mau investasi,” ungkapnya.

Setidaknya sudah ada 3 investor yang menyatakan diri siap untuk menanamkan modal. Di antaranya Rusia, Belanda, dan Korea Selatan. Dari ketiga Negara itu menurutnya Korea yang mendekati pasti. Sebab dalam waktu dekat sejumlah investor dari negeri gingseng ini akan meninjau langsung potensi yang ada di KLU untuk dijadikan rekomendasi sebelum investasi.

“Korsel telah siap mereka menyediakan anggaran hingga Rp 15 triliun untuk investasi di Indonesia khususnya di Lombok Utara. Besok, hari Sabtu akan datang sekitar 20 orang. Kami yang akan menjamu mereka,” jelasnya.

Investasi akan mengarah pada sejumlah bidang, namun umumnya lebih condong ke energy mengingat suplai listrik untuk mega proyek ini tidak lah main-main. Majemuk mengakui, andai kata dalam kedatangan investor Korsel ke Lombok Utara kemudian muncul kesepakatan, maka pembangunan segera dipercepat.

“Mereka 3 hari di sini, nanti jika ada kesepakatan mereka langsung action. Jadi tidak menunggu Global Hub tuntas seluruhnya,” tandasnya.

Sementara itu, Vice President PT. Bandar Kayangan Internasional Ir. Ferrianto Hadi Setiawan Djais mengatakan, ada beberapa penekanan dalam bidang yang dibangun di Global Hub nanti. Di antaranya dari sisi pelabuhan, kilang minyak, dan industri. Menurut Ferri, Global Hub dapat memajukan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya yang berada di tengah ke timur.

“Selama ini banyak kapal besar yang berlalu lalang di selat Lombok, mereka cuma lewat tapi tidak singgah. Makanya kalau ada pembangunan di sini mereka bisa tinggal dan akan berdampak besar bagi ekonomi masyarakat,” bebernya.

Dalam ekspose tersebut, juga dibahas mengenai kompleksitas pembebasan lahan. Karena pembangunan Bandar Kayangan membutuhkan areal yang luas, dan bisa memakan sejumlah lahan penting. Misalnya kampung adat maupun lahan tanaman pangan berkelanjutan. Untuk ini, Ferri menyebut kawasan yang memiliki heritage seperti rumah adat dipastikan tidak akan terusik.

“Desa adat yang ada akan tetap dijaga kelestariannya, tidak akan dilakukan pemindahan dan sesuai dengan pola ruang desa adat itu. Situs budaya yang ada misalnya permukiman kita akan integrasikan tidak akan digusur,” katanya.

“Sedangkan untuk kawasan pertanian juga akan dikembangkan. Daerah sekitar Bandar Kayangan akan dijadikan kawasan penyangga. Misalnya, dibuat peternakan dan perkebunan, namun untuk persawahan kurang direkomendasikan,” imbuhnya. (iko)