in

Dunia Maya dan Nyata dalam Pilkada NTB

Bambang Karyono (Mantan anggota Bawaslu NTB)

Oleh: Bambang Karyono*

 

Melihat perkembangan wacana pilkada semakin hangat, bahkan terkesan tidak terkendali dan berpotensi sebagai pemicu perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas politik, sosial maupun penegakan hukum di NTB, terutama sekali di dunia maya (dumay).

Perbicangan pilkada di dumay kian hari semakin meningkatnya tensi emosi dan arogansi. Padahal sesungguhnya itu sudah menjadi ranah hukum, baik hukum publik maupun hukum pemilu.

Aksi saling hujat, bahkan sumpah serapah kerapkali dipertontonkan yang membuktikan pilkada sangat jauh dari etika sosial dan etika politik, yang secara tidak langsung sedang mengajarkan kepada generasi baru bagaimana berpolitik.

Bagi SAYA ada baiknya penyelenggara pemilihan, baik KPU maupun  Bawaslu untuk mengorganisir komunikasi politik khususnya pilkada, sebagaimana mengorganisir tahapan kampanye di dunia nyata.

Misalnya dengan membuat grup pilkada di berbagai media sosial yang di dalamnya beranggotakan seluruh sirkumstand pemilihan, seperti KPU, Bawaslu, kepolisian, parpol, tim sukses, simpatisan dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar tidak lagi membiarkan ada grup terbuka yang tidak terkendali dan terkontrol.

Saya kira dunia maya dan dunia nyata sudah saatnya diperlakukan sama, guna mewujudkan pilkada yang berkualitas dan bermartabat. Demikian pendapat saya semoga bermanfaat untuk NTB.

 

 

*Penulis: Mantan anggota Bawaslu NTB