Dana Kampanye Pilgub NTB 2018 Dibatasi sampai Rp75 Miliar

kicknews.today – Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat telah menetapkan pembatasan pengeluaran dana kampanye untuk setiap pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang berlaga di Pilkada 2018 mencapai Rp75 miliar lebih.

“Secara keseluruhan totalnya Rp75,086 miliar lebih. Jumlah ini untuk setiap pasangan calon,” ujar Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori di Mataram, Kamis (15/2).

Jumlah dana Pilgub NTB tersebut meliputi untuk rapat umum, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, bahan kampanye, jasa manajemen konsultan, alat peraga kampanye dan bahan kampanye, debat kandidat dan iklan di media.

“Jadi seluruh anggaran kampanye ini sudah disepakati bersama pasangan calon sebagaimana keputusan KPU NTB Nomor 74 tahun 2018 tentang pembatasan pengeluaran dan kampanye cagub dan cawagub NTB,” jelasnya.

Menurut Aksar, total anggaran kampanye ini 26 persen dari total anggaran hibah Pilkada NTB Rp167 miliar. Artinya lebih besar dari belanja logistik yang dikeluarkan KPU. Sebelum ini, dalam draf yang diusulkan KPU pembatasan anggaran kampanye sebesar Rp21 miliar. Tetapi jumlah itu, tergantung kembali pada kesepakatan pasangan calon.

Nantinya seluruh dana ini akan dilaporkan dan diaudit oleh kantor akuntan publik independen yang telah ditunjuk KPU NTB. Hal ini termasuk dengan pengumuman LHKPN oleh KPK. Meski demikian, surat resmi dari KPU RI seluruh calon sudah menyerahkan LHKPN.

“Penggunaan dana ini selama masa kampanye dari 15 Pebruari sampai 23 Juni 2018. Dana ini pun harus dilaporkan kepada KPU,” ucapnya.

Pilkada NTB diikuti empat pasangan calon, yakni pasangan nomor urut satu H Moh Suhaili FT – H Muhammad Amin (Suhaili-Amin) yang diusung Partai Golkar 11 kursi, NasDem 3 kursi, dan PKB 5 kursi sehingga totalnya 19 kursi.

Selanjutnya pasangan nomor urut dua, TGH Ahyar Abduh – H Mori Hanafi (Ahyar-Mori) yang diusung partai Gerindra 8 kursi, PPP 6 kursi, PAN 5 kursi, PDI-P 5 kursi, Hanura 5 kursi dan PBB 2 kursi sehingga totalnya 21 kursi.

Kemudian pasangan nomor urut tiga, Dr Zulkieflimansyah – Dr Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang diusung Partai Demokrat yang memiliki 8 kursi, PKS 6 kursi, sehingga totalnya 14 kursi.

Sementara satu lagi pasangan nomor urut empat H Moch Ali Bin Dachlan – Lalu Gede Sakti AM (Ali-Sakti) yang maju melalui jalur perseorangan (independent). (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat