Produk Lokal Diupayakan Pemda KLU Masuk Hotel

kicknews.today – Seluruh produk lokal oleh Usaha Kecil Mikro (UKM) diupayakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) agar bisa masuk ke semua hotel. Hal ini terungkap dalam sosialisasi peningkatan fasilitas kerjasama strategis antara usaha besar dan usaha kecil menengah untuk peningkatan investasi di KLU, Rabu (14/2).

Kabid penanaman modal pada Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan  Terpadu Satu Pintu (Disnaker PTSP) Lombok Utara, Ali Zulkarnain mengungkapkan digelarnya sosialisasi ini untuk shareing informasi sebelum mengarah kepada kerjasama sebagaimana dimaksud.

“Kami sebagai fasilitator dan pada hari ini mempertemukan 15 UKM dan 15 pengusaha besar di KLU. Tujuannya untuk share informasi dan bagaimana investasi terhadap produk mereka,” ungkapnya.

Dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2007 tentang pembentukan kabupaten, diamanatkan supaya pemerintah harus mampu mengelola potensi ekonomi itu menjadi kekuatan yang rill kaitan kesejahteraan masyarakat. Dasar inilah yang dijadikan acuan sehingga pemda KLU kekeuh berupaya memasarkan seluruh produk.

“Apalagi ini amanat undang-undang, makanya sekarang kita pertemuan saja berbagi informasi tetapi kedepan jika semua telah siap kita akan buat top table dan di situ bisa langsung negosiasi,” ujarnya.

Namun demikian, Ali tak menampik jika sejauh ini masih banyak kekurangan pada sejumlah UKM yang ada di kabupaten termuda di NTB ini. Mulai dari aspek badan hukum, hingga produk pun masih didapati. Kendati kendala yang muncul itu bukan menjadi sebuah alasan kerjasama urung terealisasi. Alih-alih mengevaluasi, pihaknya justru mengenjot semua UKM untuk terus memperbaiki aspek internal.

“Saya sampaikan jangan kita carikan investor tetapi produsen belum siap. Misalnya mereka minta produksi 1 ton perbulan namun UKM kita tidak siap. Harus dipersiapkan dulu dari segi apapun sehingga investasi bisa terwujud,” jelasnya.

“Investasi yang ada di Lombok Utara 99 persen masih mengarah ke pariwisata (pembangunan fisik dan sebagainya). Ok, kalau investor berkutat di sana tetapi kita berpikir bagaimana produk-produk yang kaitannya dengan pariwisata bisa masuk. Misalnya kerajinan bambu atau batok kelapa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi kerjasama antar dunia usaha penanaman modal pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi NTB Selfi Suryanati, yang hadir dalam sosialisasi tersebut mendorong agar Pemda KLU segera membuat sebuah regulasi untuk dijadikan pedoman dalam membentuk kerjasama dengan hotel. Pasalnya, ia menilai produk kerajinan maupun olahan yang ada di Lombok Utara cukup potensial.

“Harus ada kreativitas dalam produk dan jangan mengirim barang yang setengah jadi. Jika semua UKM sudah mampu memenuhi permintaan pasar, maka tinggal pemerintah yang mempertegas dengan aturan misalnya perbup,” katanya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat