Aksi Premanisme Coreng Pariwisata Lombok Utara

kicknews.today – Terungkapnya kasus premanisme di Pelabuhan Bangsal oleh aparat Kepolisian Lombok Utara, rupanya harus diatensi  pemerintah daerah setempat. Pasalnya, korbannya mayoritas wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini mau tidak mau telah mencoreng citra pariwisata Lombok Utara.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Metria, S.sos., SH., MH. mengungkapkan, korban merasa percaya lantaran tidak mengetahui harga tiket. Tidak hanya itu, minimnya informasi yang tersedia di lokasi penyebrangan ke tiga gili menjadi salah satu faktornya.

“Korban yang berasal dari Jerman sama sekali tidak tahu proses pembelian tiket atau jasa-jasa dan standar harga di sana,” ungkapnya saat konferensi pers didampingi Kabag Ops Polres Lotara Kompol Sutriyanto, Senin (12/2).

Menurutnya, sebagai lokasi yang setiap hari didatangi wisman, seharusnya ada sarana informasi berupa plank dan sejenisnya. Dengan demikian, pihaknya menyakini wisman tidak akan mudah termakan tipu muslihat dari para oknum yang mengatasnamakan diri sebagai pelaku pariwisata.

“Mungkin ke depan harus ada semacam informasi untuk pembelian tiket dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Lombok Utara Kompol Sutriyanto menjelaskan, sengkarut kasus premanisme di Pelabuhan Bangsal sejatinya telah diantisipasi. Aparat kepolisian beberapa kali kerap menerjunkan anggota untuk mengawasi serta memastikan tidak ada korban premanisme khususnya yang menyangkut wisman.

“Para terduga ini sebetulnya sudah tiga kali menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Tetapi mereka tetap saja melakukan,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya bersama dinas terkait di pemerintah daerah sudah melakukan koordinasi. Untuk itu, patroli rutin dalam rangka mencegah aksi premanisme dan perbuatan kriminal lainnya akan terus ditingkatkan, khususnya peran Bhabinkamtibmas di seluruh desa di KLU.

“Kami selalu melaksanakan patroli dialogis di daerah rawan maupun konflik. Kita tekankan Bhabinkamtibmas untuk intensif jaga keamanan dan ketertiban, apalagi menjelang pilkada 2018,” tandasKabag Ops.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara H. Muhammad mengaku masih akan berkoordinasi dengan instansi terkait, mengenai pemasangan plank informasi pembelian tiket, demikian pula dengan jasa-jasa lain di Pelabuhan Bangsal.

“Bisa saja, tetapi itu harus kita komunikasikan dengan Dinas Perhubungan, karena menyangkut transportasi. Apalagi di sana kan ada Syahbandar dan koperasi juga,” ujarnya.

Pihaknya mendukung keberadaan papan informasi tersebut. Apalagi dengan kejadian empat orang yang ditangkap itu, maka dengan demikian dinas akan menjadikan usulan ini dan dibawa ke rapat guna ditindaklanjuti.

“Tidak ada salahnya kita komunikasi, agar ada tindaklanjut seterusnya. Kalau memang benar (melakukan aksi premanisme terhadap wisman) diproses saja. Nanti akan kita bahas lagi dalam rapat,” pungkas Muhammad. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat