in

TGB Dianugerahi Gelar “Tuanku Imam Nan Adil” di Sumatra Barat

TGB saat menerima gelar Tuanku Imam nan Adil di Sumatra Barat

kicknews.today – Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi diberi gelar kehormatan “Tuanku Imam Nan Adil” oleh pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan, Provinsi Sumatera Barat, Drs. Almuhdil Karim saat berkunjung ke Padang, Sumatra Barat.

Kunjungan Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu sekaligus menghadiri undangan puncak Hari Pers Nasional.

Penghargaan tersebut diterima karena TGB karena dinilai telah berikhtiar mengayomi umat dengan keadilan dan kealiman untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang Rahmatan lil ‘alamin.

Gelar tersebut diterima TGB saat acara Tabligh Akbar di pondok pesantren setempat yang disaksikan seluruh pengurus, pengajar dan ratusan santri pondok pesantren Nurul Yaqin.

Mendapat gelar kehormatan itu, TGB menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan.

Saat menyampaikan tausyiahnya dalam Tabligh Akbar itu, TGB menyampaikan di pondok pesantren itu santri tidak hanya belajar soal ilmu. Tidak hanya belajar tentang hukum halal dan haram, tetapi santri juga diajarkan tentang apa yang pantas dan tidak pantas.

“Kita tidak sekedar diajarkan hukum. Tetapi kita diajarkan bagaimana berperilaku sebagai muslim yang baik,” ungkapnya sesuai siaran pers yang diterima kicknews.today, Jum’at (9/2).

Gubernur mengisahkan cerita TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, seorang pahlawan nasional dari NTB yang juga kakeknya, menuntut ilmu di Mekkah.

“Ketika beliau, yang diantarkan oleh kedua orang tuanya, menemui Maulana Syeikh Hasan Muhammad Al Masysyath dengan maksud ingin menuntut ilmu. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh Maulana Syeikh Hasan Muhammad adalah apakah engkau sudah khatam kitab Ta’limul Muta’alim. Bukan berapa surah Al Qur’an yang dihafal,” kata dia.

Kitab Ta’limul Muta’alim adalah kitab yang berisikan bab-bab tentang adab-adab dalam menuntu ilmu. Seperti hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, niat mencari ilmu, cara memilih guru, cara menghormati ilmu dan guru dan masih banyak lagi terkait adab-adab mencari ilmu.

Dengan mempelajari adab-adab menuntut ilmu, menurut gubernur, akan membawa keberkahan pada ilmu yang kita miliki itu.

“Jika kita bisa melihat rupa dari keberkahan itu, pasti akan kita kejar kemanapun ia berada. Karena ilmu boleh saja tidak terlalu banyak, tetapi kalau ada keberkahan, maka Allah akan jadikan perhiasan dalam kehidupan kita. Jadi kalau kita punya ilmu mari kita berdoa supaya ilmu kita diberkahi, supaya membawa kemaslahatan dunia dan akhirat untuk kita, ” tutup gubernur dua periode yang meraih penghargaan Best Leadership Award tahun 2017 itu. (prm)