Pertemuan Kandidat Cagub NTB Hingga Pesan Siswi Aliyah untuk Para Calon

Seluruh kandidat calon Gebernur dan Wakil Gubernur dipertemukan dalam acara silaturrahmi oleh Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli M.Si di rumah dinasnya di Jalan Langko No. 77 Mataram pada Jum’at (9/2).

Acara ini bertujuan untuk mengajak para kandidat calon di Pilkada NTB untuk menyepakati pesta demokrasi yang damai dengan cara-cara yang benar terutama dengan menjauhi isu SARA, kampanye hitam dan politik uang untuk untuk meraih kemenangan.

“Alhamdulillah kita bertemu dalam keakraban yang penuh kasih sayang Allah SWT, sehingga kita berkumpul atas kehendak Allah. Saya cinta seluruh warga dan di antara bentuk kepedulian saya adalah dengan menyelenggarakan acara ini,” ujar Kapolda NTB Brigjen Firli mengawali sambutannya.

Seluruh kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tampak hadir di acara itu. TGH Ahyar Abduh datang bersama H Mori Hanafi M.Comm, demikian juga dengan Suhaili FT datang bersama calon wakilnya Muhammad Amin. Dr Zulkieflimansyah juga hadir bersama Sitti Rohmi Djalilah dan Pasangan calon Ali BD juga datang bersama H L Gede Sakti.

Pada kesempatan yang langka itu, Kapolda NTB menyampaikan amanat Presiden Joko Widodo mengenai pentingnya kelanjutan nasional, yang harus didukung ketertiban dan keamanan demi kesejahteraan seluruh rakyat.

“Mencegah konflik sosial, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan bagaimana melanjutkan pembangunan nasional. Itulah tiga amanat presiden yang terus saya jalankan,” tuturnya.

Menurutnya, angka konflik di Nusa Tenggara Barat ini sudah mulai menurun, sehingga jangan lagi masyarakat menimbulkan konflik-konflik baru. Konflik-konflik yang ada di masyarakat, umumnya terjadi karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Sehingga, tugas kita bersama untuk memenuhi segala keterbatasan itu, agar konflik bisa dihindari.

Pesannya untuk Pilkada NTB 2018 ini, Kapolda mengingatkan agar masyarakat memanfaatkannya sebagai momentum mencari pemimpin yang bisa memajukan bangsa, membawa rasa keadilan, kesejahteraan, serta kemakmuran bagi daerah ini.

“NTB ini ibarat sebuah kapal, di mana di dalamnya ada nahkoda, ada juru masak, ada penumpang. Hal terpenting bagi kita adalah mencari pemimpin yang akan mengantarkan kapal besar ini kepada 1 tujuan, yaitu keadilan dan kemakmuran. Singkirkan perbedaan yang sangat kecil, dan kita tumbuhkan persamaan yang sebenarnya jumlahnya itu jauh lebih banyak, untuk NTB yang lebih baik”, pungkasnya.

Dalam acara itu juga diisi dengan tausyiah. Namun uniknya, tausyiah itu bukan diberikan oleh seorang tuan guru ataupun penceramah yang sudah kondang, tapi seorang siswi yang saat ini duduk di bangku kelas 2 Aliyah, Nurul Hakim Kediri.

Pesan Kami Untuk Para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 
Nalita saat memberi tausyiah dihadapan para calon kontestan Pilkada NTB

 

Nalita Widia Umari, seorang siswi kelas 2 di Aliyah, Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat ini dengan lantang di hadapan para kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menyampaikan tausyiahnya.

“Wahai para pemimpin kami, jabatan itu adalah amanah dari Allah. Kemenangan bukan untuk dibangga-banggakan dan kekalahan bukan untuk diratapi. Kami hanya ingin pemimpin yang menjaga amanah Allah dan berjuang untuk kemaslahatan ummat,” katanya tegas dihadapan para undangan.

Nalita yang mengaku baru semalam mengkonsep tausyiahnya itu tampak sangat percaya diri bicara di hadapan para pemimpin di NTB malam itu.

“Pilihan kita boleh beda, persaingan pastilah ada tapi persaudaraan tetap harus dijunjung tinggi,” pesannya.

Dia melanjutkan, untuk para kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berkompetisi di ajang pilkada NTB ini agar selalu menggunakan cara-cara yang baik untuk menarik simpati masyarakat. Tidak menggunakan cara-cara yang tidak diridhoi Allah misalnya dengan menyebarkan fitnah dan politik uang.

“Politik uang itu merendahkan harkat dan martabat kami sebagai rakyat, jadi tolong jangan lakukan itu,” katanya.

Menurutnya, kedamaian harus tetap terjaga di Bumi Seribu Masjid ini karena sebenarnya rakyat hanya membutuhkan kesejahteraan, keadilan dan kedamaian. Jadi jika momentum Pilkada dimulai dengan baik maka insyaAllah hasilnya akan baik pula.

Mengutip kata-kata founding father bangsa Indonesia, Bung Karno, Nalita menyampaikan; “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya”.

Kata Kandidat Mendengar Ceramah Nalita
Kandidat Calon Wakil Gubernur NTB, H Mori Hanafi M.Comm

 

H Mori Hanafi M.Comm, salah satu kandidat calon Wakil Gubernur dari pasangan TGH Ahyar Abduh mendengar tausyiah Nalita merasa dirinya sedang dipesan oleh anaknya sendiri.

“Seperti pesan seorang anak pada bapaknya. Akan saya junjung pesan itu untuk perjuangan NTB untuk Semua,” katanya.

Terwujudnya Pilkada Damai di NTB merupakan harapan seluruh warga masyarakat, dan saat ini Mori mengaku sudah mengambil sejumlah langkah untuk mewujudkannya.

“Yang kita lakukan selama ini adalah sosialisasi dengan cara-cara kreatif, cara-cara yang positif dan membangun, yang langsung menyentuh segmen masyarakat yang sesuai. Seperti misalnya, silaturahim dengan saudara-saudara kita penyandang disabilitas, workshop fotografi, hingga pemutaran film karya pemuda NTB di bioskop”, ungkapnya.

Mori berpendapat, Pilkada itu seharusnya ‘adu strategi’, bukan ‘adu emosi’ apalagi sampai menghalalkan segala cara untuk menuju kemenangan.

“Saya sependapat dengan Nalita. Kedamaian di NTB harus tetap terjaga. Jabatan adalah amanah berat dari Allah yang harus dipikul oleh seorang pemimpin. Doakan semoga kami mampu mengembannya,” katanya.

Reporter: Ir

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat