Pamit, Wali Kota Mataram: Izinkan saya mengikuti proses ikhtiar politik

kicknews.today – Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh menyampaikan pamit izin cuti kepada ratusan kepala lingkungan di kota itu terkait keikutsertaan sebagai kandidat dalam Pilkada Nusa Tenggara Barat tahun 2018.

Izin cuti di hadapan 325 kepala lingkungan, 50 lurah dan enam camat se-Kota Mataram tersebut dikemas dalam kegiatan silaturahim yang berlangsung di aula lantai tiga kantor wali kota di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/2).

“Izinkan saya untuk berjalan mengikuti proses ikhtiar politik yang harus saya jalani, dengan cara yang baik dan dengan tujuan yang juga baik,” katanya.

Wali kota mengatakan, pengajuan cuti di luar tanggungan negara telah disetujui mulai tanggal 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018, sehingga dirinya sudah harus melepaskan hal-hal yang terkait dengan urusan pemerintahan dan fasilitas yang terkait dengan jabatan.

“Karena itu saya permaklumkan bahwa saya akan menanggalkan sementara tugas yang saya emban sebagai kepala daerah selama ini,” katanya.

Dikatakan, ikhtiar yang dilakukannya menjadi calon Gubernur NTB merupakan salah satu proses politik untuk mencoba memperluas pengabdian yang juga merupakan bagian dari pembangunan di Mataram.

“Masih banyak rencana program pemerintah kota yang harus kita tindaklanjuti dan menjadi prioritas ke depan. Salah satunya pembuatan waduk untuk mengantisipasi banjir yang selama ini belum bisa terealisasi,” sebutnya.

Selama ini, pemerntah kota sudah berulang kali mengajukan anggaran untuk pembangunan waduk di kawasan Babakan, namun hingga saat ini pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) belum memberikan respons sesuai harapan.

“Untuk itulah, program tersebut salah satu dari beberapa program yang akan kita perjuangkan apabila Allah meridhai saya menjadi gubernur,” ujarnya.

Lebih juah wali kota meminta, di tengah masa cutinya nanti seluruh kepala lingkungan selaku ujung tombak aparat pemerintah kota untuk tetap menjalankan program kegiatan di wilayahnya sebagaimana mestinya dan bekerja keras melayani masyarakat.

Selain itu dengan kian memanasnya suhu politik menjelang pelaksanaan Pilkada NTB, diharapkan agar para kepala lingkungan siap siaga menjaga kondusifitas di Kota Mataram dan menjaga masyarakat Kota Mataram agar tidak lekas terpancing sehingga berpotensi terjadi kegaduhan, kericuhan, atau konflik yang tidak diharapkan terjadi di Kota Mataram.

“Diakui atau tidak, modal utama pembangunan di Kota Mataram adalah keamanan. Sayang kalau sampai terjadi gangguan keamanan di Kota Mataram,” katanya. (ant)

style="display:block" data-ad-format="autorelaxed" data-ad-client="ca-pub-9851827640354204" data-ad-slot="6522693599">

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat