in

Bangun Pasar, Pemkab Lombok Tengah “Ngutang” Rp 79 Miliar

Bupati Lombok Tengah memberikan cinderamata kepada Direktur PT SMI Persero Agresius R Kadiaman saat penandatanganan MoU

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero melakukan penandatanganan MoU pinjaman dana Rp 79 miliyar, Rabu (31/1).

Penandatanganan Mou itu Bupati Lombok Tengah Suhaili FT dan Direktur PT SMI Persero Agresius R Kadiaman di Hotel Novotel Kuta Lombok Tengah. Pinjaman itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan pasar Jelojok Kopang Loteng.

Bupati Suhaili mengatakan, pinjaman di PT SMI ini merupakan kali kedua yang dilakukan Pemkab Loteng dalam upaya mendukung perkembangan perekonomian daerah.

Sebelumnya pemerintah daerah sudah melakukan pinjaman senilai Rp 90 miliyar untuk pembangunan infrastruktur jalan yang ada di wilayah Loteng.

“Pinjaman dana Rp 79 ini akan digunakan untuk pembangunan Pasar Kopang dalam ikhtiar meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Suhaili.

Tersedianya sarana dan prasarana yang dimaksud, lanjutnya, berupa menyediakan kelengkapan sarana perdagangan, dimana pembangunan pasar tradisional modern merupakan salah satu sarana yang paling utama.

Disamping itu, pembangunan pasar ini menjadi salah satu sarana ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang yang bersifat konsumtif atau produktif.

“Keuntungan lain dari adanya pasar tradisional modern dapat menambah kesempatan atau peluang lapangan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara Direktur PT SMI Persero, Agresius R Kadiaman mengatakan, pinjaman yang sudah dilakukan Pemerintah Loteng senilai Rp 90 miliyar itu sudah selesai dikembalikan pada 2017 lalu. Sehingga sampai saat ini manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, karena itu merupakan salah satu penunjang pembangunan daerah.

“Kami dari SMI untuk kali ini kembali menganggarkan untuk pembangunan pasar. Supaya bisa dinikmati oleh masyarakat kecil atau pedagang,” ucapnya.

Pinjaman di SMI itu, lanjutnya, untuk pembangunan yang produktif seperti pembangunan infrastrukttur jalan guna memperlancar berbagai aktivitas masyarakat. Nantinya bunga pinjaman dalam pertahun selama lima tahun sebanyak 6,6 persen.

“Nanti akan dipantau juga untuk perkembangan penggunaan dana yang dipinjam,” pungkasnya. (Ade)