in

Geevv “Saingan” Google, Diciptakan untuk Amal

kicknews.today – Impian besar seorang anak bangsa yang masih duduk di bangku kuliah telah tercapai dalam mengembangkan teknologi digital untuk memberdayakan kaum marjinal yang kerap ia temui.

Azka (21 tahun), seorang pegiat dan aktivis organisasi masyarakat mahasiswi di Universitas Indonesia  melihat potensi yang sangat besar dari sudut teknologi setelah melibatkan dirinya dalam sejumlah kegiatan yang berhadapan  dengan isu sosial dan lingkungan.

Teknologi itu disebutnya mesin pencari. Ia betul-betul mengamati bahwa browsing menjadi sebuah rutinitas terlebih di Indonesia bahkan sudah menjadi gaya hidup setiap individu.

Seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Azka memilih mesin pencari sebagai medium untuk berdoonasi yang ia sebut dengan social search engine.

Konsep tersebut ia ambil  untuk menjembatani kegiatan donasi di sela-sela kehidupan masyarakat sekaligus dari jawaban dari keinginannya melibatkan aksi sosial di ujung jari pengguna internet.

Bersama seorang rekan bernama Andika (21 tahun), akhirnya lahir sebuah gagasan untuk menciptakan mesin pencari bernama “Geevv”  pada Agustus 2016. Hanya berselang sekitar sebulan tepatnya pada 26 September, Geevv beroperasi pertama kalinya. Kemudian ia meluncurkan aplikasi perdananya di Google Play Store pada tanggal 7 Januari 2017.

Azka menjelaskan bahwa Geevv bukanlah sekedar mesin pencari seperti Google. Secara teknis, ia akui cara kerjanya tak jauh berbeda seperti yang sering orang lihat di Google berisi kolom web, gambar, berita dan vidio. Namun secara prinsip, Azka menekankan bahwa startup yang ia buat adalah social search engine.

Maksud dari istilah yang ia imbuhkan merupakan refleksi dari tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah mesin pencari.

Dengan kata lain, mayoritas yang dihasilkan dari Geevv akan disalurkan ke sejumlah program sosial seputar kesehatan, pendidikan dan kemiskinan.

Geevv berkomitmen mendonasikan 80 persen pendapatan dan keuntungan untuk program sosial dan 20 persen sisanya untuk meningkatkan kualitas layanan dan operasional situs webnya.

Tiap satu pencarian yang berhasil dilakukan melalui situs Geevv.com, pengguna menghasilkan Rp 10,- di saldo donasi mereka. Angka itu terus berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat. Sederhananya, makin sering digunakan, berlipat pula donasi yang dihasilkan.

Meski porsi keuntungan yang dialokasikan untuk donasi sangat besar, Azka mengakui Geevv sebagai enitas bisnis juga mengincar provit. Ia tak menyangkal menyangkal bahwa tujuan lain dari mendirikan Geevv adalah untuk mencari untung.

“Jumlah donasi yang tersalurkan itu sudah dikurangi dari biaya operasional dan lainnya. Jadi, kita sebenarnya profit kok,” tegasnya.

Ia juga menambahkan saat ini bersama dengan timnya akan mengembangkan produk-produk turunan untuk monetisasi. Dengan cara itu, Geevv akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengutak-atik sistem donasi yang sudah berjalan. (qro)