TIPU… Halo, Aku Kecelakaan Mas, Ini Ngomong Sama Polisinya

kicknews.today – Kring.. Suara nada telpon dari nomor baru yang tidak dikenali. “Halo, selamat siang, mas aku kecelakaan. Mas tolongin aku..” Suara seorang lelaki panik menelpon. “Iya siapa ini?” dijawab oleh pemilik nomor. “Tolong aku mas, ini ngomong sama polisinya ya,” pungkasnya seraya memberikan telpon kepada seseorang yang berperan sebagai polisi.

Aksi tipu muslihat via telpon seperti itu kembali marak. Modus yang tenar digunakan saat ini oleh para penipu ialah dengan mengatasnamakan saudara yang dikatakan sedang mengalami kecelakaan.

Tentu saja hal ini bisa membuat panik. Apalagi disangka itu betul saudaranya.

Ini terjadi pada seorang warga di Mataram, Dani (30). Dia dihubungi oleh satu nomor yang tidak dikenalinya dan mengaku sebagai saudaranya yang baru saja kecelakaan. Lalu menyerahkan telpon kepada seseorang yang mengaku polisi.

“Ini ngomog sama polisinya mas,” kata Dani menceritakan kembali yang dialaminya kemarin, Rabu (17/1)

Seseorang yang mengaku polisi itu kemudian mengatakan, “Bapak punya saudara baru saja mengalami kecelakaan,” lalu bertanya lagi, “Bapak punya saudara laki-laki? Siapa namanya,” dengan nada tegas bak polisi yang gagah berani.

Untung saja Dani cukup jeli membaca gelagat tidak baik dari para penipu itu.

“Kok bapak yang tanya nama saudara saya, itu yang tadi bilang dirinya kecelakaan namanya siapa? Jangan tipu-tipu deh…” katanya sedikit membentak pada polisi jadi-jadian itu. Lalu tut…. Telpon tiba – tiba ditutup.

Dapat dibayangkan, jika seseorang yang tidak terbiasa memperhatikan gelagat penipu lalu berhadapan dengan situasi ini, mungkin saja dia akan mengikuti apa yang akan dikatakan penipu itu.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti yang dikonfirmasi mengenai kejadian ini mengatakan, kejadian modus telpon atau online saat ini memang menjadi perhatian pihaknya.

“Ada beberapa kejadian. Jadi kami imbau pada masyarakat lebih berhati-hati dan jeli ketika ada nomor telpon tidak dikenal masuk lalu meminta sesuatu dengan macam-macam dalih,” pesannya.

Dijelaskan Tri Budi, biasanya mereka meminta ditransferkan sejumlah uang dengan dalih menyelesaikan urusan.

“Ada juga yang menipu dengan modus undian. Ini juga dengan cara yang mirip tapi alasannya berbeda,” pungkasnya. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat