in

Suhaili Tanggapi soal Tingginya angka Kemiskinan di NTB

Suhaili FT

kicknews.today – Penduduk miskin di NTB relatif masih tinggi, mencapai 15,05 persen. Meski sempat turun, namun tetap angka ini mengkhawatirkan, meskipun Pemerintah Provinsi NTB melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan itu.

Menanggapi ini, Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Moh Suhaili mengatakan, penanggulangan kemiskinan itu bukan pekerjaan pemerintah saja, hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Karena banyak indikator yang harus dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan.

“Jadi pemerintah itu sebagai fasilitator, dan membutuhkan semua unsur, baik itu Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah untuk bahu-membahu untuk menekan angka kemiskinan itu,” ujar Suhaili, Kamis (18/1).

Salah satu dicontohkannya, saat ini zakat dari para pegawai dikumpulkan di Badan Amil Zakat (Baznas). Zakat itu sudah dibagikan sebagai bantuan usaha pedagang bakulan.

“Kenapa tidak zakat dari masyarakat itu bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan?. Jadi semua pihak harus terlibat dalam pengentasan kemiskinan ini, ” tegasnya.

Disamping itu juga menurut Ketua DPD Partai Golkar itu, paling penting adalah kesadaran masyarakat mau membangun diri, dan mau berusaha untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Karena banyak peluang dan program yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk pengentasan kemiskinan.

“Jadi saya juga tidak mau menyalahkan siapa-siapa tentunya,” cetus Suhaili.

Hal sederhana sebenarnya bisa dilakukan menurut dia, misalnya di Kabupaten Lombok Tengah jumlah penduduk miskin mencapai 15 persen lebih dari 1,3 Juta jumlah penduduk.

Artinya sekitar 150 ribu warga Loteng masih miskin. Baginya, jika 150 orang sama-sama ditangani oleh semua semua pihak, angka kemiskinan itu bisa dikurangi.

“Semua pihak harus terlibat, termasuk masyarakat yang lebih mampu juga harus peduli dan saling membantu sesama masyarakat,” pungkasnya. (ade)