Balita Kekurangan Gizi di Lombok Tengah Capai 39,1 Persen

kicknews.today – Pemerintah melalui berbagai kementerian-lembaga tahun 2018 ini siap melaksanakan Program Padat Karya Tunai di desa-desa yang diprioritaskan pada 100 desa di 10 kabupaten. Salah satunya adalah kabupaten Lombok Tengah (Loteng), karena pemerintah menilai angka stunting atau kekurangan gizi di Kabupaten Lombok Tengah cukup tinggi.

“Dari hasil survei jumlah balita stunting atau kekurangan gizi di Loteng saat ini mencapai 39,1 persen. Sehingga Loteng masuk zona hitam dan menjadi prioritas dari program pemerintah pusat tersebut,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Loteng, Johan Effendi di kantornya, Kamis (18/1).

Dijelaskannya, jumlah desa di Loteng yang mendapatkan program intervensi kekurangan gizi itu sebanyak 10 desa. Diantaranya, Desa Mantang Kecamatan Batukliang, Desa Sukadana dan Desa Merta di Kecamatan Pujut, Desa Banyu Urip, Desa Mekar Sari, dan Desa Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat.

Selain itu, Desa Sukaraja dan Desa Marong di Kecamatan Praya Timur, Desa Dakung Kecamatan Janapria, dan Desa Tratak Kecamatan Batukliang Utara.

“10 desa itu ditentukan oleh pemerintah pusat. Saat ini juga kepala dinas sedang pergi ke Jakarta untuk membahas program kekurangan gizi tersebut,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program intervensi stunting itu, pihaknya sudah menujuk puskesmas khusus untuk melayani dan memenuhi kebutuhan dalam program penanganan balita kurang gizi tersebut.

Pada dasarnya stunting ini tidak ada hubungan dengan gizi, hanya saja stunting itu disebabkan oleh perilaku ibu hamil, lingkungan, dan bisa saja karena keturunan. Sehingga perkembangan anak itu tidak sesuai dengan umur seperti kurangya berat badan, dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur.

“Balita yang kekurangan gizi ini pasti bisa ditangani. Kecuali kalau masa pertumbuhan sudah cukup umur atau sudah tua baru tidak bisa,” jelasnya.

Dengan adanya program dari pemerintah pusat itu, pihaknya berharap ke depan balita yang kekurangan gizi tidak ada lagi yang ditemukan. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk bisa melaporkan bila ada balita atau anak yang mengalami kekurangan gizi.

“Kita berharap masyarakat bisa melaporkan kepada kita kala ada balita yang mengalami kekurangan gizi,” pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat