Roi Pantai Trawangan Rusuh lagi, Pemda KLU Langsung Tertibkan

kicknews.today – Bangunan hingga objek lain yang berada di roi pantai Gili Trawangan Lombok Utara belakangan muncul lagi. Pemda KLU pun langsung menindak tegas dengan melakukan penertiban, Rabu (17/1).

Camat Pemenang, Faisol mengungkapkan, Surat Edaran (SE) Bupati sebelumnya sudah dikeluarkan pada Agustus tahun lalu dengan Nomor: 188.64/122/BUP/2017. Dimana terdapat enam poin penekanan kepada pengusaha.

“Isi edaran itu salah satunya menyebutkan, jika batas waktu penggunaan sunbed dan alat olahraga yaitu pukul 06.00 sampai 18.00 Wita. Pengusaha juga bisa menaruh meja dan kursi pada pukul 16.00 hingga 24.00 Wita,” bebernya.

“Selain itu tidak boleh ada pagar pembatas dan diluar jam yang ditentukan tadi pengusaha tidak boleh menaruh objek apapun di roi pantai,” imbuh mantan Kabag Pembangunan Setda KLU ini.

Lebih lanjut Faisol mengaku, jika dalam penertiban yang berlangsung sekitar pukul 08.30 Wita hingga siang hari tadi, turut dibongkar bangunan (dari kayu, beton, dsb) yang disinyalir berdiri lagi. Tidak ada tuntutan yang disampaikan pengusaha akan aktivitas tim tersebut.

“Tidak ada (tuntutan) karena mereka sebenarnya sudah siap, cuma mereka kan saling lirik. Seluruh bangunan ditertibkan sesuai edaran,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lombok Utara Achmad Dharma mengatakan, penertiban ini bertujuan guna tetap mensterilkan roi pantai dari jenis bangunan apapun. Karena sebagaimana peruntukan, kawasan pantai harus dinikmati oleh wisatawan.

“Tadi pagi kita hanya knock down, dibersihkan seperti semula sesuai surat edaran Bupati,” katanya.

Dijelaskannya, sekitar puluhan orang terlibat dalam upaya menjaga Pantai Trawangan itu. Secara rinci, anggota Sat Pol PP sebanyak 56 orang, pihak Lang-lang Gili Trawangan 10 orang, polisi pariwisata lima orang, dan dari Kecamatan Pemenang empat orang.

“Kami libatkan semua termasuk koordinasi dengan pemerintah desa. Karena bagaimanapun ini harus sesuai fungsinya,” jelasnya.

Jika nanti pasca penertiban masih ada saja ditemukan pengusaha yang membangun lagi, maka akan diberikan surat teguran secara berkala. Lebih ekstrim pengusaha juga bisa kehilangan izin operasional.

“Kalau lagi menggunakan roi pantai, maka ada surat teguran pertama, kedua, dan ketiga sampai pencabutan izin opersional,” tegasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat