Gedung Lama Overkapasitas, Polda NTB Resmikan Rutan Tiga Lantai 

kicknews.today – Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda NTB yang baru, diresmikan Selasa (16/1). Peresmian dilakukan langsung  Kapolda NTB, Birgadir Jendral Polisi Drs. Firli M.si. Dengan pembangunan gedung tahanan yang baru itu, bisa mengatasi overkapasitas gedung lama. Karena sebelumnya para tahanan ditempatkan di gedung lama yang semakin menyempit.

Gedung ini mengahabiskan dana sebesar Rp 4.644.978.288 untuk pembangunan. Diharapkan, gedung ini mampu mengatasi permasalahan Rutan sebelumya, yakni over kapasitas. Bahkan Rutan yang baru ini mampu menampung tahanan dari kejaksaan juga.

Kapolda NTB Brigjen Pol. Firli mengatakan, masing-masing ruangan di Rutan nantinya akan diisi oleh empat sampi lima orang, Hal ini dilakukan untuk kenyamanan para tahanan. “Jadi gedung ini diganti untuk memberi kenyamanan bagi para tahanan,” kata Kapolda saat meresmikan gedung.

Kapolda juga sudah menawarkan ruang tahanan ini kepada kejaksaan sebagai tempat penitipan.

Soal kenyamanan tahanan memang jadi perhatian pihaknya. Sebab tahanan sekalipun, statusnya juga manusia yang memiliki hak asasi. “Oleh karena itu penting untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi para tahanan sekalipun,” sebut Kapolda.

Gedung itu terdiri dari tiga lantai, memiliki 48 ruangan. Lantai satu terdapat ruang tahanan sebanyak 15 kamar, ruang besuk dua kamar, ruang penjaga satu kamar, ruang istirahat satu kamar, ruang senjata satu kamar, ruang isolasi dua kamar, ruang monitor dua kamar dan ruang jemur sebanyak dua kamar.

Kemudian di lantai dua terdapat ruang tahanan sebanyak tujuh kamar, ruang staf lima kamar, satu ruang direktur satu, ruang rapat satu kamar, ruang penjaga satu kamar, ruang senjata satu kamar, ruang istirahat satu kamar, ruang monitor satu kamar, ruang besuk satu kamar, dan ruang jemur sebanyak satu kamar. Adapun di lantai tiga terdiri dari ruang aula dan gudang.

Direktur Direktorat Tahti, AKBP Rifai, S.H, menambahkan, sisi lain Rutan memang belum lengkap karena belum ada fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas. “Namun jika nanti memang ada tahanan penyandang disabilitas, maka akan ditempatkan di ruang khusus, ruang isolasi,” sebut mantan Kapolres Lombok Utara ini.  Selain itu, untuk jaminan keamanan, gedung dilengkapi dengan ruang monitor.  (asr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat