Terpidana Korupsi Bedah Desa di Lombok Tengah “Bernyanyi”

kicknews.today – Terpidana kasus korupsi Program Bedah Desa di Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Tahun 2012, Ali Wardana kembali bernyanyi. Pasalnya, ia menilai dalam kasus yang menjeratnya itu masih ada tersangka lain yang diduga terlibat dan belum diproses hukum.

” Dalam kasus korupsi Bedah Desa ini awalnya ada 7 orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka karena menerima aliran dana itu. Namun, hingga saya dan tiga terpidana ditahan selama 2 tahun lebih, tersangka lain itu belum juga di proses hukum,” ujar Ali Wardana kepada wartawan di Rutan Praya, Sabtu (13/1).

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan bersurat kepada pihak Polres Loteng untuk membuka kembali berkas tersangka lain yang di duga terlibat dalam kasus Korupsi Proyek Dana Bedah Desa dari KPDT senilai Rp 1,8 Miliar tersebut. Karena dalam kasus itu ia menilai adanya ketimpangan tanggung jawab, karena tersangka lain yang diduga terlibat belum di proses hukum.

“Kasus ini masih menyiksakan persoalan, karena masih ada tersangka lain yang di duga menerima aliran dana itu. Dimana yang bersangkutan saat itu menjadi Ketua Forum Bedah Desa,” jelasnya.

“Kami menuntut supaya berkas tersangka lain itu dibuka dan diproses hukum,” pungkas Ali Wardana.

Informasi sebelumnya, dalam Kasus korupsi program Bedah Desa tahun 2012 pada Dishutbun Loteng itu, ada empat tersangka yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tipikor Mataram pada Tahun 2016 lalu. Mereka yakni Ketua Kelompok Balai Bedah Desa, Ali Wardana, Sekretaris, Kamsiah, Bendahara, L Srinate, dan Konsultan, Gatot Subroto. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat