Jadilah yang Pertama Tau

Nasib Digantung, Karyawan Hotel ngadu ke Disnaker KLU

kicknews.today – Sebanyak 33 karyawan Trawangan Resort mendatangi Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Lombok Utara , Kamis (11/1). Mereka meminta dimediasi dengan pihak manajemen hotel, lantaran merasa nasibnya digantung.

Bahkan mereka sudah melakukan aksi mogok kerja sejak 31 Desember 2017 lalu.

Aksi mogok kerja berawal saat dua orang karyawan melakukan kesalahan yang dianggap fatal. Konsekuensinya, dua karyawan itu langsung dilakukan Putus Hubungan Kerja (PHK) oleh manajemen.

Merasa tak terima, 31 karyawan lainnya kemudian melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk solidaritas.

“Kami tanyakan nasib teman-teman ini, karena sempai sekarang (jika diberhentikan) belum menerima pesangon?,” tanya perwakilan karyawan, Nasipudin.

Dalam mediasi yang berlangsung selama dua jam di ruang Sekertaris Dinas, diketahui jika Trawangan Resort telah berganti manajemen.

“Tetapi untuk yang melakukan mogok kerja sebagai bentuk solidaritas, manajemen baru memberikan toleransi bisa kembali kerja dengan syarat,” ujar Manager yang merangkap HRD Trawangan Resort, Maria saat menjelaskan pada karyawan.

Artinya 31 karyawan tersebut masih akan diberikan kesempatan bekerja dengan catatan, harus mematuhi peraturan manejemen baru dan akan diberi kontrak baru dan gaji baru. Sebab mayoritas kontrak para pekerja expired pada 31 Januari 2018 mendatang.

“Untuk pesangon dua orang karyawan yang sudah di PHK, kami akan komunikasikan dengan manajemen lama terlebih dulu,” katanya.

Sementara itu, ditemui pasca mediasi Kabid HI Disnaker, Penanaman Modal dan PTSP Abdul Khairul Mas mengaku jika terdapat dua persoalan yang berbeda.

Pertama adanya dua karyawan yang di PHK, kedua mengenai 31 karyawan yang kontraknya akan habis yang dibarengi aksi mogok tersebut.

“Ini harus dipisah jangan sampai yang lainnya malah menjadi korban. Memang supaya jelas dulu apakah manajemen lama menjual aset bangunan dan tenaga kerja juga atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, kalaupun CEO lama menjual aset bangunan hotel dan tenaga kerja kepada manajemen baru maka pesangon dua karyawan yang di PHK harus diberikan manajemen baru. Terhadap sisa karyawan yang memiliki konflik manajemen baru harus mempertimbangkan kembali.

”Tetapi jika hanya aset hotel saja yang dijual maka pesangon menjadi tanggung jawab manajemen lama. Untuk masalah 31 karyawan kan tadi sudah akan diberikan kontrak kerja baru, artinya tidak ada pesangon,” pungkas Khairul.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat