in

Polisi Ringkus Penyelundup dan Amankan Ribuan Benih Lobster

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adji (kiri) menunjukkan barang bukti benih lobster yang berhasil disita (Foto: Ist)

kicknews.today – Tim Opsnal Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB berhasil meringkus tujuh pelaku penyelundupan benih lobster dan mengamankan ribuan benih lobster dari dua TKP.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adji menyampaikan, tujuh pelaku ditangkap di dua TKP berbeda pada Selasa (9/1). Empat pelaku ditangkap di Jalan Bypass Kuripan – BIL sekitar pukul 16.30 Wita.

“Petugas berhasil mengamankan empat orang tersangka yang menggunakan kendaraan roda empat merek Suzuki jenis Ertiga warna putih Nopol. DR 1453 SB,” ujar AKBP Darsono, Rabu (10/1).

Empat pelaku tersebut yakni inisial M alias Keping (35) warga Dusun Segare Desa Selong Belanak Kecamatan  Praya Barat, S alias Lip (29) warga Dusun Ngalun Desa Mekarsari Kecamatan Praya Barat, HI (29) warga Dusun Selong Belanak Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat, dan inisial SH (28) warga Dusun Mangkung Lauk Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.

“Dari tangan mereka petugas mengamankan sekitar 1900 ekor benih lobster dalam 19 kantong plastik dengan rincian, bibit lobster jenis pasir 1700 ekor dan jenis mutiara 200 ekor,” katanya.

Kemudian sekitar pukul 19.00 Wita di hari yang sama, lanjut Kasubdit IV, petugas meringkus tiga orang pelaku lain di Jalan TGH. Faesal Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Ketiganya diringkus dengan barang bukti sekitar 6.022 ekor benih lobster yang diangkut menggunakan kendaraan merek Datsun jenis Go Panca Nopol. DR 1147 AY.

Benih lobster yang berhasil diamankan polisi, oleh para pelaku dimasukkan dalam kardus besar berisikan 3.772 ekor benih lobster yang ditempatkan di dalam 22 kantong plastik dan 2.250 ekor lagi dalam wadah kardus kecil yang dimasukkan dalam 10 kantong plastik.

Tiga pelaku yang merupakan warga Kabupaten Lombok Tengah ini yakni inisial K (30) dan NS (34) warga Dusun Awang Kebon Desa Mertak Kecamatan Pujut, NU (37) warga Dusun Sentalang Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur.

“Mereka sedang perjalanan mengantarkan benih ini ke jasa pengiriman,” jelasnya.

Lebih jauh Kasubdit IV menerangkan, ini adalah pengungkapan besar di awal tahun 2018 dan penyelamatan kerugian negara ratusan juta.

“Sekitar Rp 660 juta kerugian negara bisa kita selamatkan,” tandasnya.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 88 jo Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 100 ayat (2) huruf (j) UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau Pasal 31 ayat (1) jo Pasal 7 UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang  Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman 6 tahun dan denda Rp 1,5 milyar.

Saat ini tujuh pelaku dan barang bukti telah diamankan di Ditreskrimsus Polda NTB untuk dilakukan  penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (djr)