in

Dukungan Pemprov NTB belum Mampu Turunkan Kemiskinan di Lombok Tengah, ini langkahnya…

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah Baiq Sri Hastuti Handayani

kicknews.today – Jumlah penduduk miskin di wilayah Kabupaten Lombok Tengah masih cukup tinggi, mencapai 15,80 persen. Bahkan target penurunan angka kemiskinan dua persen setiap tahun yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB sulit tercapai.

“Pengentasan jumlah penduduk miskin itu pada dasarnya tidak bisa nol persen. Namun, pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi NTB, dan pemerintah pusat sudah banyak melaksanakan berbagai macam program untuk pengentasan kemiskinan di Loteng,” ujar Kepala Dinas Sosial Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani, Selasa (9/1).

Berbagai program itu seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesai Pintar (KIP), Beras Miskin (Rastra), dan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBe).

“Anggaran program yang dilaksanakan itu bersumber dari pemerintah pusat, Provinsi NTB, dan Pemerintah Daerah Loteng ,” katanya.

Menurutnya, jumlah angka kemiskinan itu sifatnya bisa berubah. Karena orang yang sebelumnya kaya, bisa menjadi miskin karena mendapatkan musibah. Dan sebaliknya, orang yang sebelumnya tergolong miskin bisa menjadi kaya.

Untuk itu pihaknya saat ini melakukan verifikasi data penduduk miskin, dan proses itu sudah selesai dilaksanakan. Tinggal menunggu entri data.

“Penerima bantuan juga tetap diverifikasi, sehigga program yang dilaksanakan itu tepat sasaran,”  ujarnya.

Untuk tahun 2018, jumlah program penanggulangan kemiskinan untuk KUBe dilaksanakan itu 38 kelompok dari APBD, pemerintah provinsi sebanyak 25 kelompok, dan pemerintah pusat sebanyak 30 kelompok.

“Yang menjadi kendala sebenarnya kurang sumber daya manusia (SDM) masyarakat. Kalau dari pemerintah sendiri sudah cukup maksimal melaksanakan berbagai program,“ pungkasnya. (ade)