in

Terima SK Nasdem, Amin Ajak Kader Berpolitik Santun

H Muh Amin saat terima SK dukungan dari Partai Nasdem sebagai calon pasangan Suhaili - Amin pada Pilgub NTB 2018

kicknews.today – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem menerbitkan SK dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, calon Bupati Lombok Timur, Lombok Barat dan Calon Walikota Bima. Penyerahan langsung oleh Sekretaris Mahkamah DPP Partai Nasdem Atam Irawan, di Mataram Kamis (4/1).

Keputusan DPP Nasdem itu dibacakan oleh Sekretaris DPW Nasdem, Multazam sesuai SK nomor 183/Kpts/DPP Nasdem /12/2017 tentang persetujuan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTB untuk H Moh Suhaili FT-H Muh Amin yang ditandatangani tanggal 29 Desember 2017, oleh Ketum Surya Paloh dan Sekjen Jony Y Late.

Sedangkan SK nomor 184/Kpts/DPP Nasdem /12/2017 untuk Pilkada Lombok Barat yakni pasangan Fauzan Khalid-Hj Sumiatun. Kemudian Pilkada Lotim SK nomor 185/Kpts/DPP Nasdem /12/2017 untuk pasangan H Sukiman Azmi-H Rumaksi dan Kota Bima, SK nomor 077/Kpts /DPP Nasdem /12/2017 untuk pasangan Lutfi-Ferry Sofiyan.

Dengan diterimanya SK dukungan itu, Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H Muh Amin mengajak semua kadernya berpolitik santun dan beretika. Terlebih dalam perhelatan Pilkada NTB ini, kader Nasdem tidak menunjukkan sikap di luar norma ketentuan masyarakat.

Dengan cara itu, kemenangan akan diraih dengan cara bermartabat.

Menurut Amin, jika ada pihak lain yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai, agar tidak perlu ditiru. Sebab Nasdem sangat meyakini dengan berpolitik etis, menunjukan sikap berpolitik yang dewasa.

“Kalau ada bendera partai lain yang kita temukan copot, kita pasang lagi. Kita beri contoh,” pinta Amin tersenyum di hadapan ratusan kader Nasdem.

Dia menegaskan, pada pilkada yang akan berlangsung tanggal 27 Juni nanti, Nasdem meyakini kemenangan akan diraih.

Apalagi koalisi yang terbentuk secara linier menunjukkan kemengan sangat terbuka. Kader diminta agar kerja keras dan memenangkan suara calon yang didukung Nasdem baik Pilgub atau Pilbup dan Pilwali. (prm)