in

Ingin Pilkada NTB Aman, Kapolda: Mari Belajar dari Filosofi Pacuan Kuda

Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si. saat memberi penghargaan kepada pihak-pihak yang terlibat menjaga kamtibmas di NTB

kicknews.today – Tahun 2017 menjadi masa baik bagi NTB yang berhasil keluar dari catatan zona merah konflik sosial. Namun ada kekhawatiran konflik sosial akan muncul saat perhelatan Pilkada NTB 2018 mendatang.

Apapun bentuk konflik dan pemicunya itu, Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si, berpesan kepada para kandidat calon gubernur. “Kalau mau berkompetisi, belajarlah bagaimana filosofi pacuan kuda,” kata Kapolda usai menggelar silaturahmi dengan komponen bangsa di Kantor Walikota Mataram Kamis (28/12).

Filosofi ini menurut Kapolda adalah cara sederhana memenangkan kompetisi dan bisa diduplikasikan para calon bersama partai dan tim suksesnya.

Pertama, kata Kapolda, kuda yang dipakai untuk pacuan, tidak hanya dipersiapkan fisiknya tapi juga makanan dan vitaminnya. Begitu juga dengan para calon, untuk memenangkan kompetisi harus mempersiapkan semua hal yang bisa menjadi syarat untuk menang.

Kedua, lanjut Kapolda, kuda tidak akan keluar dari lintasan balapan. “Kuda yang di lintasan A tidak akan keluar ke lintasan B,” sebutnya. Ini diartikannya sebagai sikap fair para calon untuk mematuhi rule atau segala aturan yang dibuat oleh lembaga penyelenggaran pemilu.

“Artinya, sepanjang kita tidak keluar dari aturan, maka kemenangan yang sehat itu didapatkan,” jelasnya.

Ketiga, kuda tidak akan pernah menjegal kuda lain saat balapan. Pesan dibalik itu, bahwa para kandidat sebaiknya memakai cara-cara sehat atau menghindari cara culas untuk memenangkan kompetisi pemilihan kepala daerah.

NTB yang sudah berhasil keluar dari zona merah konflik sosial, dimintanya untuk tetap dipertahankan. Peran itu ada pada kandidat calon gubernur, calon wakil gubernur, tim suksesnya dan partai.  Sebab paling penting menurut  Kapolda NTB bisa mempertahankan situasi itu sampai 2018 mendatang dan seterusnya.

Dalam kesempatan silaturahmi dengan komponen bangsa itu, Jenderal bintang satu ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat yang membantu menekan konflik di wilayah NTB. Sehingga tahun 2017 ini hanya 26 konflik yang terjadi. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya, dengan jumlah konflik mencapai 100 kasus.

“Semoga tidak ada lagi konflik sosial dan NTB terhindar dari garis merah konflik sosial. Dan paling penting bagi kita adalah mempertahankan agar tetap keluar dari zona merah,” harap Kapolda.

Kapolda juga menyinggung soal kerawanan konflik sosial jelang tahun politik 2018 sampai 2019 mendatang. Dia berharap tidak ada gangguan berarti dalam momen Pilkada NTB hingga Pilpres itu. “Sebentar lagi kita akan melaksanakan pilkada. Mari kita sukseskan pilkada di NTB sehingga dapat berjalan dengan lancar,” pesannya.  (djr)