in

Soal Yerusalem, Mesir Siapkan Resolusi PBB untuk Hadapi AS

Yerussalem Timur, kota tua dimana Al-Aqsa berdiri (Foto: Ist)

kicknews.today – Ketua Parlemen Mesir Ali Abdel-Aal pada Ahad (17/12) mengatakan Mesir sedang mempersiapkan resolusi PBB untuk menghadapi pengakuan AS mengenai Yerusalem sebagai Ibukota israel.

Ketika berbicara selama sidang parlemen, Abdel-Aal mengatakan Mesir telah mulai menghubungi semua pemimpin Arab dan sejumlah pejabat asing buat resolusi tersebut.

Abdel-Aal menegaskan Yerusalem akan tetap menjadi kota Arab, dan kembali menyampaikan penolakan Mesir atas keputusan AS untuk mengakui kota suci itu sebagai Ibukota israel dan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Semua anggota Parlemen Mesir menghadiri sidang tersebut dengan mengenakan kain selempang yang bertuliskan “Jerusalem adalah Arab”.

Abdel-Aal mengambahkan wakil Mesir untuk Dewan Keamanan PBB telah menyerukan penyelenggaraan sidang darurat untuk membuat pemerintah AS mencabut keputusannya, demikian laporan Xinhua –yang terpantau di Jakarta, Senin (18/12) siang.

Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibukota israel dan memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota suci yang menjadi sengketa itu.

Pengumuman Trump menyulut penentangan dan pengutukan luas dari negara Arab dan Muslim.

Yerusalem berada pada inti konflik Palestina-israel.

Meskipun israel merebut Yerusalem Timur dari Jordania dalam Perang 1967 dan mengumumkan seluruh kota tersebut sebagai “ibukotanya yang tak terpisahkan” pada 1980, tindakan itu tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Rakyat Palestina berkeras, mereka mesti mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai Ibukota nya dalam penyelesaian akhir.

Berdasarkan kesepakatan perdamaian Palestina-israel terdahulu, status Yerusalem mesti diputuskan melalui pembicaraan status-akhir antara Palestina dan israel. (ant)