in

Anggaran Masuk DIPA, Bendungan Mujur Mulai Dibangun 2018

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT1), Ir Asdin Julaidy

kicknews.today – Pembangunan Bendungan Mujur yang selama ini dinanti petani sebagai satu-satunya andalan untuk mengairi ribuan hektare lahan bagi masyarakat Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, akhirnya tahun 2018 akan mulai dikerjakan. Anggaran sudah masuk DIPA BWS NT1 sebesar Rp 1,5 Triliun.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT1), Ir Asdin Julaidy menyampaikan, total DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) BWS NT1 Tahun 2018 dari pemerintah pusat sebesar Rp1,5 Triliun.

“DIPA tersebut akan dipergunakan untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan bendungan tahun 2017 di tahun 2018 dan membangun tambahan satu bendungan seperti bendungan Mujur, pembangunan embung serta sejumlah pekerjaan irigasi lain,” katanya.

Adapun yang sedang dikerjakan saat ini ialah Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat. Kemudian rencana Bendungan Mujur di Lombok Tengah, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, dan tambahan satu bendungan baru yang akan dibangun di tahun 2018 yakni bendungan beringin sila di Utan Kabupaten Sumbawa yang telah melengkapi segala persyaratan  pembangunan termasuk kesiapan lahannya.

Untuk Kota dan Kabupaten Bima yang sebelumnya pernah dijanjikan oleh Menteri PUPR berupa pembangunan embung menurutnya telah ada kesiapan anggaran sebesar Rp 250 Miliar yang bersumber dari dana loan.

“Itu akan diperuntukan untuk pembangunan embung di Kota dan Kabupaten Bima,” ungkapnya, Jumat (15/12)‎.

Asdin mengaku, BWS NT1 dalam pelaksanaan program pembangunan selalu bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dalam proses tender hingga dimulainya  pekerjaan.

“BWS selalu bekerjasama dengan pihak Kejaksaan untuk melakukan aspek pengawasan terhadap pelaksanaan program di BWS mulai dari proses tender hingga pada pelaksanaan,”paparnya.

Terlebih proses tender yang sudah melibatkan kepanitian dari Bina Marga dan Cipta Karya agar bisa memperkecil munculnya kecurigaan terhadap adanya dugaan tindak kecurangan dalam proses pelaksanaan tender di BWS.

“Panitia dari Bina Marga dan Cipta Karya juga akan memeriksa penawaran di BWS dan evaluasi dokumen perusahaan,” pungkasnya. (prm)