Jadilah yang Pertama Tau

Kisruh PT. BAL, Dewan Desak Pemda KLU segera cari Solusi

kicknews.today – DPRD Lombok Utara mendesak pemerintah daerah  segera mengambil langkah mengenai sengkarut persoalan PT. BAL di Gili Trawangan. Pasalnya, jika suplai air berhenti maka praktis keberlangsungan pariwisata akan menjadi taruhan.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mengungkapkan, pemerintah harus segera menyelesaikan  proses kerjasama pemerintah dan dadan usaha (PKBU) yang tengah digodok.

“Kami tidak tahu akan seperti apa (prediksi krisis air di Trawangan). Tetapi pemerintah harus segera, jadi kita ada kesepakatan bagi siapapun yang mau masuk untuk diajak kerjasama,” ungkapnya, Jumat (8/12).

Namun yang paling penting, solusi jangka pendek untuk sementara ini wajib dilakukan. Terlepas dari proses hukum yang melilit Direktur PT. BAL John Matheson, pendistribusian air ke Gili Trawangan harus tetap berjalan.

“Itukan sudah jadi ranah hukum, biarkan saja. Sekarang silahkan saja bagaimana caranya, pengusaha juga. Kalau jangka panjang pemerintah harus buka investasi segera,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto mengatakan, pada tahun 2015 PDAM pernah melakukan kajian dengan Universitas Mataram (Unram) kaitan distribusi air bersih ke tiga gili dengan menggunakan pipa. Dimana kala itu seluruh biaya yang timbul dibebankan pada APBD Lombok Utara.

“Kajian Unram itu yang sudah dibiayai lebih setengah miliar oleh daerah itu silahkan dimaksimalkan sekarang. Karena sampai sekarang kita belum tahu hasilnya seperti apa,” katanya.

Solusi yang sudah jelas dengan menggandeng pihak ketiga. Menurut politisis Hanura ini, harus dijalankan pemerintah dengan mekanisme yang sangat terbuka. Hal ini justru mengindikasikan salah satu perusahaan saja yang akan dimenangkan dalam tander.

“Sepanjang kerjasama dengan pemerintah ini tidak melakukan pengeboran silahkan. Kalau melakukan pengeboran lantas apa bedanya dengan PT. BAL, dan kita harap pemerintah serius menangani hal ini,” tegasnya.

Pemerintah daerah harus bekerja keras, jangan hanya membanggakan jika tiga pulau itu menjadi suber PAD saja. Namun demikian, apa yang telah dilakukan dalam pembangunan di sana malah berbanding terbalik.

“Upaya-upaya itu masih belum ikhlas , cenderung upayanya misalnya proyek setidaknya pengadaan saja. Kita tetap hargai, tapi harus ada hasil nyata sebagai jaminan kepada masyarakat gili,” cetusnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat