Jadilah yang Pertama Tau

Polda NTB Sita Instalasi Air PT. BAL di Gili Trawangan

kicknews.today – Aset perusahaan penyuplai air bersih terbesar di Gili Trawangan, PT. BAL disita penyidik Polda NTB, Kamis (7/12). Perwakilan aparat kepolisian bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara melakukan penyitaan barang bukti  dan kelengkapan berkas dikirim ke kejaksaan.

Kasat Pol PP Achmad Dharma yang mewakili Pemda KLU mengungkapkan, sekitar pukul 13.00 Wita tim langsung menemui manajemen PT. BAL guna melakukan penyitaan. Setelah berdiskusi cukup alot, akhirnya identifikasi barang pun dilaksanakan.

“Tadi masih identifikasi tinggal pasang spanduk penyitaan. Itu adalah barang bukti karena menyangkut dasar untuk pemberkasan ke kejaksaan,” ungkapnya, dihubungi via telepon.

Dasar acuan penyitaan tersebut, yakni merujuk adanya surat Polda NTB ke pengadilan untuk segera melakukan pelimpahan berkas. Ini tak lain guna mempercepat proses sidang terhadap direktur PT. BAL John Matheson yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang di Trawangan kami sita saja karena mereka ada dokumen lengkap. Hanya izin operasional (pengeboran) saja yang tidak punya. Sementara untuk di Meno kami sita sekaligus segel karena tidak ada dokumen sehelai pun,” jelasnya.

Situasi lain saat penyitaan, manajemen PT BAL sempat mengancam akan menghentikan operasional. Dengan begitu, distribusi air ke sekitar seribu pelanggan di sana akan mandek akibat kasus hukum ini.

Soal ancaman itu, mantan Camat Pemenang ini mengaku akan membahas lagi lebih lanjut di internal pemerintah.

“Kami dari pemerintah maupun kepolisian tidak mematikan (operasional) tetapi mereka sendiri. Nanti akan dibahas lebih lanjut (suplai air bersih ke Trawangan),” tandasnya.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin yang ditemui terpisah mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi mengenai penyitaan barang bukti PT. BAL oleh Polda NTB. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat berkomentar banyak.

“Saya baru mendengar hari ini, katanya di police line. Secara langsung saya belum lihat jadi belum bisa cerita banyak,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Sarif, bukan tanpa solusi melihat persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di pulau eksotik dunia tersebut. Maka dari itu, pola Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sedang digodok yang nantinya mengarah ke suplai air bersih ke tiga gili secara keseluruhan.

“Bagaimanapun seleseikan dulu persoalan hukumnya. Mungkin untuk memenuhi air bersih kita akan berikan alternatif, yaitu berikan kesempatan bagi siapa saja yang mau investasi tetapi jangan ngebor.  Dan tentu kita buat KPBU dan PDAM yang akan ambil alih pihak ketiga yang mau kerjasama silakan,” bebernya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat