Jadilah yang Pertama Tau

Pembinaan Sebelum Keberangkatan, Cara Pastikan Kesehatan Jamaah Haji NTB

kicknews.today – Seluruh tenaga kesehatan di Provinsi NTB diimbau untuk memperhatikan kesehatan para calon jamaah haji. Guna mengedukasi tenaga kesehatan itu, simposium kesehatan haji dan umroh digelar Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) wilayah NTB, di Aula Graha Bhakti Praja, Minggu (3/12).

Ketua simposium dr. Hj Susi Wirawati Triyono dalam sambutannya mengungkapkan, tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Strategi pembinaan kesehatan dalam rangka optimalisasi kesehatan jamaah haji Indonesia”. Peserta yang hadir mencapai 450 orang.

“Perlu diketahui bersama bahwa kegiatan simposium nasional ini, telah dihadiri oleh lebih 400 peserta dan alhamdulillah telah melebihi dari jumlah kuota peserta yang kami targetkan sebelumnya sekitar 250 peserta,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dari simposium itu juga didapatkan informasi bahwa waktu tunggu jamaah haji NTB adalah 27 tahun,  sehingga bisa dipastikan bahwa jamaah haji di NTB didominasi lanjut usia (lansia). Dengan begitu, upaya peningkatan berbagai aspek pelayanan secara bertahap terus dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan petugas kesehatan haji. Aspek ini terus diupayakan sehingga terciptanya tenaga yang kompeten dan profesional dalam memberi layanan.

“Kegiatan ilmiah seperti workshop, seminar dan diskusi terkait dengan tugas-tugas petugas kesehatan haji, maupun kebijakan pemerintah yang berkembang terus digali sehingga terbentuk petugas yang profesional,” kata Susi.

Peserta simposium foto bersama seusai acara

Sementara itu, DR. dr. H. Fidiansyah, SpKJ, MPH. penyaji dari pusat kesehatan haji menjelaskan, isthita’ah (mampu) dalam berhaji adalah suatu kewajiban. Bukan hanya isthita’ah secara materi, tetapi juga isthita’ah kesehatan sehingga para jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat yang telah ditentukan.

“ini tertuang dalam Permenkes No. 15 tahun 2016 tentang Isthita’ah Kesehatan Haji. Implementasinya, para tenaga kesehatan mulai melakukan pembinaan pada para calon jamaah, dua tahun sebelum keberangkatan,” jelasnya.

“Sehingga, jamaah haji terutama yang sudah tua dan yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi dan kencing manis dapat menjaga kesehatannya sebaik mungkin sampai pada waktu keberangkatan nanti,” imbuhnya.

dr.Hj. Oxy Cahyo Wahyuni, SpEM. juga menambahkan, kasus-kasus yang berkembang di kalangan jamaah haji lebih banyak disebabkan oleh perbedaan cuaca antara Indonesia dan tanah suci.

“sehingga sangat penting untuk memberikan edukasi pada calon jamaah terkait apa yang harus mereka lakukan untuk mencegah kesakitan yang diakibatkan oleh cuaca,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus AKHI wilayah I NTB periode 2018-2021. Dimana ketua umum dijabat oleh Ns. H. Lalu Sahrun, sementara sekrtarisnya dijabat oleh H. Wahyu Amri Fauzi. MPH. Diharapkan dengan kepengurusan yang baru dapat memberikan dampak positif mengenai aspek pelayanan kesehatan haji, khususnya untuk calon jamaah haji NTB. (iko)

Peserta simposium saat berdiri mengikuti arahan pemateri

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat