Jadilah yang Pertama Tau

Kantor Bursa Efek Indonesia Hadir di NTB, berikut tujuannya…

kicknews.today – Bursa Efek Indonesia (BEI) hadir di NTB. Beralamat di Jalan Pejanggik nomor 47 Mataram,  pendirian Kantor Perwakilan BEI Mataram ini bertujuan untuk mengenalkan pasar modal kepada pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Provinsi NTB.

“Melalui Kantor Perwakilan di Mataram kami berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan,” ungkap Dirut BEI, DR Tito Sulistio, saat meresmikan Kantor Cabang BEI di depan Mataram Mall, Kamis (7/12).

Tito menjelaskan, keberadaan pasar modal merupakan cara memobilisasi dana masa depan. Dimana, tahun ini mobilisasi pasar modal mencapai Rp 765 triliun per tahun. Dulu, sebut dia,  masyarakat menyimpan uang di bawah bantal. Sekarang, sudah mulai disimpan di bank, dana pensiun, asuransi kemudian diinvestasikan di pasar modal.

“Intinya ingin pemerataan pendapatan menuju masa depan khususnya bagi 5 juta masyarakat NTB, ” kata dia.

Dia berharap, melalui pendirian Kantor Perwakilan BEI Mataram dapat meningkatkan jumlah investor, serta mendorong perusahaan yang ada di daerah setempat untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pembiayaan jangka panjang.

Potensi pertumbuhan jumlah investor pasar modal di NTB ke depannya akan cukup besar seiring dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh provinsi yang memiliki tujuh kabupaten dan dua kota ini.

Data Badan Pusat Statistik NTB mencatat, di kuartal ketiga 2017 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Provinsi NTB mencapai Rp 34,89 triliun. Jika dibandingkan dengan kondisi pada kuartal ketiga tahun lalu yang berjumlah Rp 31,06 triliun, nilai PDRB ini mengalami peningkatan sebesar Rp 3,8 triliun.

Hal yang sama juga terjadi pada PDRB atas dasar harga konstan. Kondisi kuartal ketiga 2017 yang sebesar RP 26.24 triliun juga lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal ketiga 2016 yang berjumlah Rp 21 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi secara tahunan Provinsi NTB sebesar 4.08 persen.

Lebih lanjut, jika sub kategori pertambangan bijih logam tidak dimasukkan ke dalam PDRB, terlihat bahwa perekonomian Provinsi NTB pada kuartal ketiga 2017 tumbuh di atas 6 persen dan berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang beriumlah 5.06 persen. Per akhir Oktober 2017 jumlah investor pasar modal di NTB beriumlah 1.951 Single Investor ldentification (SID).

Rinciannya Mataram 922 SID, Lombok Tengah 224 SID, Sumbawa 208 SID, Bima 171 sID, Lombok Barat 163 SID, Lombok Timur 163 SID, Sumbawa Barat 51 SID, Dompu 44 SID dan Lombok Utara 5 SID.

“Kami siapkan Lima Mitra Phintraco Sekuritas, Kresna Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Philip Sekuritas dan MNC Sekuritas, ” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat