Jadilah yang Pertama Tau

Kalah Banding, Pemprov NTB Tetap Ngotot Lanjutkan Pembangunan Poltekpar

kicknews.today – Kendati Pengadilan Tinggi Mataram sudah memenangkan gugatan banding objek lahan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) oleh kuasa hukum Suryo selaku penggugat,  namun Pemerintah Provinsi NTB tetap optimis kuasai lahan itu melalui Kasasi. Atas dasar itu sehingga Pemprov meneruskan proses pembangunan gedung Poltekpar itu tetap berjalan.

“Kita lakukan upaya Kasasi, artinya tidak pengaruhi proses pembangunan,” ungkap Kepala Biro Hukum Setda NTB, Ruslan Abdul Gani, Kamis (7/12).

Dia mengatakan, pihaknya sedang berusaha dan optimis menangkan perkara klaim mengklaim lahan Poltekpar tersebut. Disinggung mengenai janji pemerintah siap ganti rugi dengan dianggarkan melalui APBD Provinsi NTB jika kalah dalam persidangan? Abdul Gani membantah itu.

Sampai saat ini, Pemprov NTB tidak pernah berjanji termasuk dengan siapapun. Apalagi bukti kekuatan sehingga optimis menang sangat banyak dipegang yang membuktikan bahwa obyek sengketa tersebut merupakan milik Pemprov NTB.

Sebelumnya ada pemberitahuan dari kuasa hukum penggugat, Ainuddin SH. MH. dkk tentang isi putusan PT Mataram tertanggal 22 November 2017 Nomor: 149/PDT/2017 /PT. MTR dalam perkara Suryo sebagai pembanding melawan Pemprov NTB selaku terbanding dan Kantor Pertanahan Loteng yang juga turut terbanding.

Isi putusan, menerima permohonan banding dari penggugat/pembanding dalam Provinsi. Menguatkan putusan PN Praya, tertanggal Rabu, 14 Juni 2017 Nomor: 37/Pdt.G/2016/PN. Praya yang dimohonkan banding dalam eksepsi dan mengingatkan putusan PN Praya.

Lebih lanjut disebutkan, membatalkan putusan PN Praya yang tertera pada tanggal dan nomor tersebut. Dengan mengadili sendiri yaitu mengabulkan gugatan seluruhnya, menyatakan sah dan berkekuatan hukum bahwa bidang tanah sengketa seluas 41.555 hektare adalah berasal dari Charles Petrus Van Leeuwen alias Adji Pramono yang diperoleh dari almarhum ayahnya yang bernama John Van Leeuwen. Relas pemberitahuan putusan banding, dapat diklik atau di download di sini. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat