Jadilah yang Pertama Tau

Delapan Juru Parkir Ilegal Diamankan Dishub Mataram

kicknews.today – Dinas Perhubungan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menertibkan delapan orang juru parkir ilegal yang dinilai merugikan masyarakat.

“Hari ini kami berhasil mengamankan delapan orang juru parkir ilegal, yang selama ini dinilai melakukan banyak pelanggaran dan merugikan masyarakat,” kata Kepala Bidang Opdal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Kamis (7/12).

Menurutnya, delapan juru parkir ilegal itu merupakan hasil razia yang dilakukan tim pengawasan dan penertiban juru parkir yang beranggotan dari jajaran kepolisian dan Satpol PP Kota Mataram.

Tim ini akan melakukan razia sebanyak 10 kali selama bulan Desember ini, dan hari ini merupakan kegiatan razia pertama dengan mengambil rute penertiban Pasar Kebon Roek, Jalan Yos Sudarso, Saleh Sungkar, Panjitilar, Jalan Sultan Kharuddin, dan Jalan Sriwijaya.

“Delapan jukir yang kami tertibkan itu, empat di kawasan Kebon Roek, dua di Jalan Yos Sudarso dan dua lagi di Jalan Panjitilar,” sebutnya.

Mereka, katanya, ditertibkan karena tidak memberikan setoran, memberikan setoran secara abal-abalan, dan tidak terdaftar sebagai juru parkir resmi.

Oleh karena itulah, mereka langsung ditertibkan dan dibawa ke Posko LLAJ di Kantor Dishub Kota Mataram untuk dibina dan diberikan peringatan.

“Selain diperingati, mereka juga kita minta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulagi lagi aktivitas ilegal tersebut,” katanya.

Apabila mereka mengulangi aktivitas ilegal itu, maka mereka akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan regulasi yang ada yakni ancamanan kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

Sebelum dilakukan razia penertiban juru parkir ilegal, pihkanya telah melakukan upaya persuasif namun tidak diindahkan oleh para juru parkir.

Dikatakan, kegiatan razia penertiban juru parkir ilegal itu digencarkan untuk meningkatkan pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi parkir.

“Jika kasus-kasus seperti ini dibiarkan terus menerus bisa menjadi penghambat tercapainya target realisasi retribusi parkir yang tahun ini ditargetkan secara bruto Rp 5 miliar,” katanya.

Apalagi, kata Mahfuddin menambahkan, juru parkir liar ini berada pada titik parkir potensial, karena itulah penertiban juru parkir liar terus digencarkan.

Ia mengakui, dari pengakuan para juru parkir liar tersebut mereka adalah juru parkir pembantu, sehingga tidak terdaftar dan tidak memiliki kartu identitas.

“Karena itu, kami juga akan memanggil juru parkir utama untuk bisa segera mendaftarkan juru parkir pembantu mereka agar keberadaan mereka resmi,” ujarnya.

Sementara terkait dengan adanya indikasi oknum petugas Dishub yang datang memungut retribusi parkir, juru parkir diminta selektif dan tidak menyetorkan retribusi parkir jika tidak menerima kwitansi resmi dari petugas Dishub.

“Penarikan retribusi parkir dilakukan oleh petugas kami secara resmi, dan menggunakan kwitansi resmi. Jika mereka tidak bawa kwitansi, juru parkir berhak tidak membayar,” tegas Budi Suyanto. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat