Jadilah yang Pertama Tau

UMK Mataram Naik jadi Rp 1.863.524, Disnaker Sasar 100 Perusahaan

kicknews.today – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melaksanakan sosialisasi penetapan upah minimum kota (UMK) 2018 dengan menyasar 100 perusahaan di kota itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kota Mataram H Saiful Mukmin di Mataram, Kamis (7/12), mengatakan sosialisasi UMK kepada para pengusaha akan berlangsung dua hari.

“Sosialisasi kami laksanakan 6-7 Desember 2017, dengan sasaran per hari 50 perusahaan, jadi ada 100 perusahaan yang kami sasar, baik perusahaan besar maupun kecil,” katanya.

Ia mengatakan, sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan informasi terhadap para pengusaha bahwa besaran UMK Mataram sudah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 561-896, yang diterima 28 November 2017.

Dalam SK tersebut UMK Mataram ditetapkan sebesar Rp1.863.524, atau sesuai dengan angka yang diusulkan pemerintah kota berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan Kota Mataram.

Dengan demikian, diharapkan semua perusahaan dapat mengikuti standar UMK yang telah ditetapkan dalam memberikan gaji kepada karyawannya mulai 1 Januari 2018.

“Saat sosialisasi, kami juga mengingatkan perusahaan agar mulai 1 Januari 2018 memberlakukan UMK tersebut,” katanya.

Sementara untuk pengawasan terhadap pemberlakukan UMK yang telah ditetapkan itu, pihaknya sudah membentuk tim pengawas yang akan turun secara berkala baik secara terbuka maupun tertutup untuk melihat tingkat kepatuhan perusahaan dalam penerapan UMK.

“Pengawasan terbuka artinya tim pengawas turun secara resmi ke perusahaan, sedangkan pengawasan tertutup adalah tim turun menggunakan pakaian bebas dan menanyakan langsung ke karyawan,” katanya.

Saiful menambahkan, besaran UMK yang ditetapkan itu naik sebesar 8,71 persen dari UMK 2017 sebesar Rp1.714.216, dan lebih tinggi dari UMK provinsi.

Menurutnya, kenaikan UMK sebesar 8,71 persen tersebut telah melalui kajian dewan pengupahan berdasarkan kebutuhan layak hidup (KHL) Rp1.714.216.

Selain itu juga pertimbangan, inflasi nasional sebesar 3,72 persen, dan produk domestik bruto sebesar 4,99 persen.

“Nilai inflasi nasional dan nilai pertumbuhan ekonomi nasional itulah yang mempengaruhi kenaikan UMK sebesar 8,71 persen,” katanya.

Diharapkan dengan kenaikan UMK tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara wajar, di samping itu perusahaan dapat berkembang lebih baik dengan memotivasi pekerja untuk meningkatkan produktivitasnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat